BANTENRAYA.COM – Rabu pagi pukul 07.00 WIB di Pantai Gopek, Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, terjadi gempa dalam simulasi dan latihan.
Berdasarkan laporan BMKG Kelas I Serang, gempa bumi yang terjadi di Pantai Gopek dan sekitarnya mencapai 6,5 skala richters.
Bencana tak sampai di situ. Setelah gempa, bencana tsunami menyusul menerjang Pantai Gopek.
Baca Juga: Vanessa Angel dan Suami Meninggal dalam Kecelakaan, Banyak Artis Belum Percaya
Gelombang setinggi tiga meter menghantam pantai. Puluhan warga yang berada di sekitar Pantai Gopek menjadi korban tsunami.
Puluhan rumah rusak tersapu tsunami. Pantai Gopek juga porak poranda dibuatnya.
Di tengah lautan, kapal nelayan terbalik dan beberapa nelayan berenang menyelamatkan diri dengan kemampuan mereka.
Baca Juga: Vanessa Angel dan Suami Meninggal dalam Kecelakaan, Bagaimana Kondisi Sang Anak?
Di lokasi lain, personel BPBD Kota Serang yang mendapatkan laporan adanya tsunami langsung menerjunkan tim reaksi cepat untukmengevakuasi dan menyelamatkan korban.
BPBD Kota Serang berkoordinasi dengan instansi kesiapsiagaan bencana lain untuk menolong korban.
Baik korban reruntuhan bangunan maupun korban nelayan yang perahunya terbalik.
Baca Juga: Ngeri! Terkena Percikan Las Listrik ,Mobil Pikap Milik Warga Pandeglang Terbakar
Tim bergerak cepat. Mereka mendirikan dua tenda pengungsi, satu tenda komando, dan satu tenda pos kesehatan.
Sebagian personel BPBD, Brimob, TNI, PMI, Tagana, VRI, dan relawan dari unsur masyarakat melakukan evakuasi korban yang ada di daratan.
Sementara sebagian personel BPBD, Polairud , TNI AL, SAR, VRI, dan relawan lain mengevakuasi nelayan yang masih berenang di laut dan terseret ombak sampai ke tengah lautan.
Baca Juga: Sebelum Tewas Kecelakaan, Vanessa Angel Posting di Instagram: Ada yang Bisa Tebak Aku Mau Ke Mana?
Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menyelamatkan semua korban. Dari data yang dihimpun BPBD Kota Serang sebagai komando penanggulangan bencana, korban jiwa nihil, korban luka ringan 35 orang, korban luka sedang 20 orang, dan korban luka ringan 10 orang.
Adapun bangunan yang rusak akibat tsunami, rumah rusak ringan mencapai 40rumah, rusaksedang 25 rumah, dan rusak berat 15 rumah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang selaku komando, koordinator, dan pelaksana dalam penanggulangan bencana malakukan koordinasi dengan OPD unsur pengarah BPBD dalam pemulihan pascabencana.
Itulah gambaran simulasi atau latihan siaga bencana dengan skenario bencana tsunami yang terjadi di Karangantu, Kasemen, Kota Serang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, simuasi bencana merupakan amant undang-undang.
Hal ini juga dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana karena Karangantu sendiri memiliki potensi
Baca Juga: Kemenpora Lakukan Tes Pemanduan Bakat Cabang Olahraga di Pandeglang
“Kasemen punya potensi bencana tsunami meski kecil, hanya tiga meter,” kata Diat.
Potensi tsunami di Karangantu itu sesuai dengan Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI) yang dikeluarkan BNPB.
Kota Serang sendiri secara keseluruhan memiliki delapan potensi kebencanaan, yaitu banjir, puting beliung, longsor, dan tsunami. ***



















