BANTENRAYA.COM – PT Agung Sedayu Group atau Pantai Indah Kapuk (PIK 2) menjajaki investasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
PT Agung Sedayu Group pun berencana ingin menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kota Serang.
Kepastian ini terungkap dalam acara audiensi Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Township Management Division terkait kegiatan CSR Agung Sedayu Group di ruang rapat Wali Kota Serang, Rabu, 12 Maret 2025.
Baca Juga: Stabilkan Harga Pangan, Pemkot Cilegon Luncurkan Pasar Murah di 8 Kecamatan Menjelang Lebaran
Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengatakan kedatangan perusahaan tersebut untuk membahas program pemberdayaan ekonomi masyarakat, UMKM, dan pariwisata yang ada di Kota Serang.
Menurutnya, pembahasan ini masih bersifat tahap awal, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.
“Tadi sudah banyak hal yang disampaikan namun ini baru pada tataran awal, nanti ada pertemuan lagi yang kiranya ini bisa memberikan percepatan bagi program-program yang bisa mendukung kegiatan pariwisata dan UMKM di Kota Serang,” ujar Wahyu, kepada Banten Raya.
Baca Juga: Bulan Ramadhan 2025 Penuh Kemuliaan, Komunitas Muslim Vibes Sukses Menggelar Kajian Bulanan
Ia membantah jika rencana penyaluran CSR ini disebut sebagai awal mula penjajakan investasi di Kota Serang.
“Kalau tadi tidak ada pembahasan masalah investasi, belum ada pembahasan masalah investasi. Baru pada tahapan kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR),” katanya.
Wahyu menyebut, bentuk CSR yang diinginkan Agung Sedayu Group meliputi para pelaku UMKM, penataan kawasan dan pariwisata, sdangkan untuk lokasi pariwisata bergantung kepada konsep yang ditawarkan oleh Pemkot Serang.
Baca Juga: REI Banten Berbagi Berkah Ramadan, Santuni 200 Anak Yatim dan Kaum Duaf
“Tergantung, Kota Serang punya konsepnya dimana. Kalau di Kasemen ada pariwisata itu bisa kita masukan programnya. Kalau di Curug ada, bisa gitu. Jadi tidak terbatas kepada satu objek tertentu, yang penting pariwisata,” kata Wahyu.
Ia menuturkan, konsep CSR dalam bentuk pariwisata misalnya apabila Pemkot Serang memiliki program pariwisata One Day Tour, dan membutuhkan bus untuk mengantarkan para pelancong ke lokasi wisata.
Maka hal ini bisa dikolaborasikan dengan Agung Sedayu Group untuk menyediakan kendaraan tersebut.
Baca Juga: Diklaim Bisa Kendalikan Inflasi dan Harga Sembako, Kota Cilegon Gelar Bazar Ramadan di 8 Kecamatan,
“Nanti CSR nya kita meminta apa, misalnya bus. Nanti dikaji oleh mereka (Agung Sedayu Group) gitu. Kalau misalkan kita ternyata membutuhkan ruang terbuka hijau (RTH), ya boleh. Kita butuh misalkan tempat untuk wisata kuliner bagi para pelaku UMKM, ya nanti kita siapkan tempatnya dan mereka yang bangun,” tuturnya.
Wahyu menegaskan, pertemuannya dengan Agung Sedayu Group atau PIK 2 hanya fokus pada rencana kolaborasi penyaluran CSR di Kota Serang, tidak ada sangkut paut dengan investasi maupun timbal balik.
“Kalau tadi sih tidak ada kaitan pembicaraan yang lain ya, hanya CSR aja. Jadi masalah feedback ke PIK 2 nya tidak ada pembahasan apa-apa. Hanya sekedar bahwa menginginkan untuk berkolaborasi kaitan dengan penyaluran CSR dari PIK 2,” pungkasnya.
Baca Juga: Aminin Travel Resmi Beroperasi, Buka Pendaftaran Haji dan Umroh di Banten
Asda II Pemkot Serang Yudi Suryadi mengaku pihaknya tidak akan menolak tawaran yang diberikan oleh Agung Sedayu Group atau PIK 2, perihal wacana penyaluran program CSR.
“Mereka berencana ingin berpartisipasi dan membantu Pemerintah Kota Serang, masa orang yang mau membantu kita tolak,” ujar Yudi, kepada wartawan.
Yudi mengungkapkan, rencana tersebut bergantung pada program yang dimiliki oleh Pemkot Serang yang akan disinergikan dengan perusahaan tersebut.
Baca Juga: Pemudik Diminta Waspada, BPBD Ingatkan 2 Titik Rawan Longsor Arus Mudik Lebaran di Lebak
“Kan ini baru silaturahmi awal, mungkin nanti juga ada lanjutannya. Nanti lanjutannya kita akan melibatkan OPD terkait. Bagaimana program-program yang miliki oleh Pemerintah Kota Serang yang ada di Kasemen,” terangnya.
Saat hendak diwawancarai oleh awak media, pihak Agung Sedayu Group menolak memberikan keterangan dan bergegas keluar serta meninggalkan gedung Puspemkot Serang. ***



















