BANTENRAYA.COM – Sejumlah pedagang yang berjualan di sempadan rel kereta api depan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, resah.
Sejumlah pedagang resah, karena kios yang ditempati oleh para pedagang bakal digusur.
Salah seorang Pedagang Nasi, Khaeriyah mengaku pasrah jika tempat jualannya bakal digusur atau dibongkar oleh PT KAI.
“Kurang tahu ya pokoknya didata aja. Bilangnya mau digusur. Iya kita mah pasrah aja, karena ini lahan pemerintah,” ujar Khaeriyah, ditemui di warungnya.
Baca Juga: Harga Tiket Nonton Film Dark Nuns di Bioskop Jakarta, Advance Ticket Sales
Ia usul jika berkenan sebelum digusur, terlebih dahulu ada surat pemberitahuannya, sehingga bisa melakukan persiapan untuk kemas-kemas.
“Kalau memang cepat mau digusur surat peringatannya jangan mendadak, karena ibu mau cari tempat karena ibu kan ngontrak,” katanya.
Khaeriyah mengaku mengontrak kios di sempadan rel kereta api kepada salah seorang warga.
“Saya ngontrak sama orang Cilegon. Dua belas juta setahun, sebulan sejuta,” ungkapnya.
Baca Juga: PPG Universitas Indraprasta PGRI Gelar Diklat Wawasan Kebhinekaan Global Bagi Mahasiswa
Jika kiosnya digusur, Khaeriyah mengaku belum tahu harus pindah ke mana, namun keinginannya masih di kawasan Stadion MY, karena jumlah pelanggannya sudah cukup banyak, sehingga tidak kabur.
“Kurang tahu karena uang buat kontrakannya aja belum ada. Pengennya kalau biar langganan ibu nggak jauh di lingkungan sini aja, dekat kantor,” tutur dia yang sudah tujuh tahun jualan nasi di sempadan rel kereta api.
Ia tidak berminat jika harus pindah jualan ke Pasar Kepandean, karena jaraknya terlalu jauh.
“Nggak mau. Jauh karena ibu masaknya di rumah. Ibu asli orang penancangan. Walaupun ibu digusur, juga bisa dibawa pulang. Nggak mau di Kepandean. Pengen cari tempat sendiri. Pelanggannya udah banyak sini. Kantor pertanian, Dispora, pendidikan. Rencananya cari sekitar sini saja,” katanya.
Baca Juga: Diadaptasi dari Webtoon, Yuk Intip Pemeran Study Group Lengkap dengan Jadwal Tayang
Pedagang pulsa, Hendi berharap rencana penggusuran kios di sempadan rel kereta dibatalkan, karena khawatir berpotensi menambah pengangguran di Kota Serang.
“Kalau bisa sih jangan ada pembongkaran. Cari solusi yang terbaik aja. Nanti banyak pengangguran juga kalau ada pembongkaran,” ujar Hendi, ditemui di lokasi.
Namun begitu, ia mengaku pasrah jika kios yang disewanya jadi gusur atau dibongkar pemerintah.
“Kalau terjadi pembongkaran iya bagaimana lagi. Itu hak pemerintah, kita nggak bisa apa-apa. Kecuali ada toleransi dari pemerintah. Silakan apa baiknya,” katanya.
Baca Juga: Balita di Waringinkurung Kabupaten Serang Tewas Tertimpa Rumah yang Ambruk
Hendi menjelaskan, kios yang ditempatinya milik orang Kabupaten Lebak.
“Ada yang punyanya. Punya orang Rangkas. Per tahun Rp 13 juta. Bayarnya per tahun,” jelas Hendi.
Ia mengaku sudah bayar sewa kios kepada pemiliknya selama satu tahun, dengan ada rencana pembongkaran, Hendi mengaku tidak khawatir rugi, karena uang sewa yang sudah dibayar full setahun bisa kembalikan.
“Sudah bayar full. Perjanjiannya kalau ada pembongkaran berapa bulan nanti dibalikin. Sudah ada kesepakatan dari awal,” akunya.
Baca Juga: 14 Ucapan HUT BAZNAS Ke-24 Tahun 2025, Cocok untuk Dibagikan di Media Sosial
Ia mengaku belum punya rencana bakal pindah ke mana jika kiosnya jadi digusur, karena jualan di kawasan Stadion MY lokasinya cukup strategis.
“Saya juga nggak tahu ini. Soalnya yang ramai di sini. Mungkin lebih terjangkau. Kalau di luar kontrak lebih mahal,” tandasnya.***



















