BANTENRAYA.COM – Rencana Anggaran Biaya atau RAB program Sarana dan Prasarana Infrastruktur Wilayah Kelurahan atau Salira tak kunjung selesai di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman atau DPKP Kota Cilegon.
Hal itu membuat keterlambatan program pembangunan melalui Program Salira yang seharusnya bisa di mulai pada Mei 2025.
Adanya keterlambatan tersebut dipertanyakan masyarakat dan Pokmas sendiri sebagai penerima mandat pembangunan.
Salah satu Ketua Kelompok Masyarakat atau Pokmas asal salah satu kelurahan di Kecamatan Cilegon yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, seharusnya RAB sudah selesai dan dilakukan Rapat Kerja Masyarakat (RKM).
Baca Juga: Penerimaan Pajak Banten April 2025 Masih Seret, Minus 6,81 Persen
“Harusnya sudah ada RKM dan pembangunan bisa mulai. Punya kami sudah selesai tapi belum diserahkan dinas. Alasannya masih ada kelurahan yang belum selesai RAB-nya dan masih di cek ke lapangan,” katanya, Senin, 26 Mei 2025.
Dirinya menyampaikan, jika Juni da Juli nanti pengerjaan, dikhawatirkan nantinya berkejaran, sehingga hasilnya tidak maksimal.
“Pengerjaannya mepet. Apalagi proses pelaporannya nanti juga menumpuk. Sebab, idealnya itu karena 3 termin pengerjaan, maka Mei sudah bisa dimulai,” paparnya.
Ia mengatakan, belum mengetahui secara pasti apakah mekanismenya masih sama yakni Rp100 juta per RW, atau gelontoran untuk satu kelurahan dan titiknya ditentukan kembali tidak di setiap RW tapi prioritas pembangunan.
Baca Juga: Lahan di Pinggir Tol Tangerang Merak Bakal Jadi Kebun Jagung
“Masih belum jelas ini apakah masih sama Rp100 juta per RW, atau kembali ke awal yakni gelontoran dan titiknya ditentukan yang prioritas dibangun,” tegasnya.
Ketua Pokmas lainnya dari kelurahan di Kecamatan Purwakarta yang juga tidak mau menjelaskan namanya, belum ada kabar sampai sekarang sudah sejauh mana RA dibuat DPK Kota Cilegon.
“Belum ada informasi untuk kegiatannya sampai sekarang. Kami juga tidak tahu kabarnya,” terangnya.
Ia mengungkapkan, sampai sekarang sebenarnya sudah sangat ditanyakan warga. Terlebih lagi pembangunan karena biasanya melibatkan warga secara langsung.
Baca Juga: Makin Sehat Saat Idul Adha 2025, Begini Cara Aman Olah Daging Kurban
“Sudah ditanyakan. Karena proses pengerjaan juga melibatkan warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala DPKP Kota Cilegon Edhie
Hendarto belum memberikan jawaban saat ditanya program Salira dan RAB yang sampai sekarang belum selesa di dinas.***

















