BANTENRAYA.COM – Warga Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon melakukan sweeping terhadap pembuang sampah sembarangan di trotoar.
Hal itu dilakukan, karena warga sekitar tidak nyaman dengan sampah yang menumpuk setiap pagi di trotoar setiap paginya.
Ketua RT 06, RW 01 Kelurahan Kedaleman Rachimin menjelaskan, dirinya bersama warga sengaja melakukan sweeping dengan menunggui warga luar yang kerap membuang sampah sembarangan di trotoar.
Baca Juga: Kejari Panggil Bendahara Puskesmas se-Kota Serang Audit Pengelolaan Keuangan, Ada yang Tak Beres?
Adapun trotoar yang diawasi warga adalah di sepanjang PCI sampai SPBU di Kelurahan Kedaleman.
“Kami sengaja menunggui, sebab setiap pagi sampah di trotoar menggunung dan ternyata itu dibuang oleh warga luar daerah,” katanya, Kamis 24 April 2025.
Warga pembuang sampah sembarangan, jelas Rachimin, melakukan pada tengah malam saat kondisi jalan sepi. Biasanya dengan menaiki motor dan melemparnya sembarangan di trotoar.
Baca Juga: Damai, Anggota DPRD Banten yang Terjerat Kasus Penipuan Cek Kosong Dibebaskan
“Kan memang pagi itu diangkut tapi efeknya kan lokasi bau dan rawan penyakit. Apalagi dekat perempatan warga beraktivitas menunggu angkot sangat terganggu,” ucapnya.
Belum lagi, lanjut Rachimin, dampak dari sampah yang dibuang sembarangan itu jika hujan akan berhamburan hingga masuk ke got dan kali.
“Saat hujan kan itu acak-acakan karena hanya dibungkus plastik atau dirusak binatang. Kalau angin lagi ke pemukiman juga bau,” jelasnya.
Baca Juga: Series Sugar Daddy Berapa Episode? Berikut Jadwal Tayang, Sinopis dan Link Nonton Full Movie
Sukani warga lainnya menyampaikan, pihaknya hanya bisa mengingatkan saja karena bukan menjadi kewenangannya untuk memberikan sanksi.
“Kami akan lakukan terus sweeping ini. Hal ini untuk mencegah dan warga pembuang sampah sembarangan dari luar itu bisa jera karena malu,” ungkap pria yang juga Sekretaris RT 06, RW 01 Kelurahan Kedaleman Ini.
Sukani menjelaskan, butuh kesadaran bersama dalam mengantisipasi adanya TPS liar seperti jalur protokol.
Baca Juga: Andra Ingatkan Kepala Sekolah Jangan Ngeyel Study Tour ke Luar Banten
“Kan kalua toko dan warga itu ada retribusinya. Kalau warga luar ini kan nggak. Jadi sangat merugikan kami,” pungkasnya. ***


















