BANTENRAYA.COM – Total sebanyak 535 warga Kota Cilegon mengalami gagal ginjal sepanjang 2024 lalu. Dari jumlah tersebut sebanyak 8 orang yang meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Ratih Purnamasari menjelaskan, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang peduli dengan penyakit gagal ginjal tersebut.
“Untuk total data itu ada di bidang. Namun, kunci agar ginjal tetap sehat adalah mencerna makanan yang sehat dan menjaga kondisi fisik,” katanya, Minggu (9/3).
Baca Juga: 45 Persen PAD Tersedot Buat Bayar TPP ASN, Begini Kata Walikota Cilegon Robinsar
Ratih menyampaikan, dalam data kementerian sendiri, gagal ginjal tidak hanya menyerang orang berusia 60 tahun. Tapi 20 tahun hingga 50 tahun sudah berpotensi terkena.
“Berdasarkan data Kemenkes tidak hanya menyerang usia tua saja. Namun, usia produktif juga,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cilegon Rully Kusumawardhani menjelaskan, beberapa pola hidup sehat bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal.
“Cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin olahraga, diet sehat kalori seimbang, istirahat cukup dan Kelola stress,” jelasnya.
Disisi lain, papar Rully, jika sudah terkena penyakit lain seperti Diabetes melitus, hipertensi harus kontrol teratur, terapi teratur, makan minum yang sehat dengan porsi yang tepat. Lalu, menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) supaya gula darah dan tekanan darah terkendali sehingga kerja ginjal tidak berat.
“Kalau ginjal sudah tidak berfungsi dengan baik bisa gagal ginjal, sehingga salah satu penanganannya dengan cuci darah. Tambah komplek penanganannya ,semakin tinggi juga biaya kesehatan yang mesti ditanggung,” jelasnya.
Baca Juga: Harga Bahan Pokok Melonjak, Kinerja TPID Provinsi Banten Dianggap Kurang Efektif
Rully menyatakan, masyarakat juga harus berhati-hati terhadap sesuatu yang mengakibatkan potensi gagal ginjal. Termasuk, penggunaan obat Pereda nyeri, antibiotik dan harus sesuai resep dokter.
“Beberapa penyebabnya yakni diabetes tipe 2, hipertensi, konsumsi obat Pereda nyeri, narkoba dan zat adiktif, serta radang ginjal,” pungkasnya.***

















