BANTENRAYA.COM – Dua mayat yang ditemukan di Perairan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, merupakan nelayan yang sedang mencari ikan.
Diduga kedua nelayan tersebut tewas akibat perahu milik mereka tersapu gelombang pasang dan angin kencang yang terjadi di Perairan Gerem, Senin 13 September 2021 malam.
Direktur Polairud Polda Banten Kombes Pol Giuseppe Riahard Gultom melalui Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Banten Saidin mengatakan, jenazah yang ditemukan di Perairan Gerem pada Senin 14 September 2021 pagi, telah menjalani visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon.
Baca Juga: Harta dan Kekayaan Pejabat Negara Melonjak Saat Pandemi, Ketua MUI Prihatin
“Dari hasil identifikasi dan visum luar oleh Inafis Polres Cilegon dan Tim Forensik RSUD Cilegon terhadap mayat 1 dan mayat 2, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, diduga korban meninggal akibat tenggelam,” kata Saidin.
“Berdasarkan keterangan pihak keluarga bahwa identitas korban IS 41 tahun warga Kelurahan Rawa Arum, Grogol, dan identitas korban dua HD 58 tahun, warga Kelurahan Rawa Arum, Grogol,” sambung Saidin kepada awak media.
Menurut Saidin, berdasarkan keterangan dari keluarga, kedua korban berangkat untuk memancing dengan menggunakan kapal kayu milik HD.
Baca Juga: Walikota Cilegon Helldy Agustian Jatuh dari Tebing di Alun Alun Cilegon
Perahu berangkat hari Senin 13 September 2021 sekitar pukul 17.00 WIB dari pangkalan nelayan Tanjung Peni Cilegon.
“Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga,” jelasnya.
Dugaan tewasnya kedua nelayan, kata Saidin, diduga perahu yang ditumpangi dua orang tersebut terhempas cuaca buruk.
Baca Juga: Tolong! 100 Rumah di Citra Gading Diterjang Banjir Akibat Kali Cipager Meluap
Namun, saat ini serpihan perahu masih dalam pencarian.
Salah satu nelayan di Tanjung Peni Kota Cilegon, Kardi menuturkan, dua orang laki-laki yang ditemukan tak bernyawa di Perairan Gerem merupakan nelayan yang berangkat dari Tanjung Peni.
“Iya, dua nelayan itu berangkat dari Tanjung Peni,” kata Kardi.
Baca Juga: Diserang Kutu Diduga Berasal dari Pabrik, Emak-Emak Demo PT Nutrindo Bogarasa Mayora Group
Kardi menuturkan, saat Senin 13 September 2021, cuaca di Perairan Selat Sunda dilanda hujan dan angin kencang.
“Kedua korban masih punya hubungan kerabat. IS itu keponakannya HD,” tuturnya. ***

















