CILEGON, BANTEN RAYA – Kasus Covid-19 di Kota Cilegon mulai meningkat setelah pada pekan kemarin sempat melandai. Hal itu terlihat setelah ada 14 warga Kota Baja itu yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona dan kini sedang dilakukan perawatan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dana Sujaksani menjelaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan dampak mudik Lebaran terhadap kasus Covid-19 di Kota Cilegon. Meski demikian, dari data terbaru menunjukan adanya peningkatan walau masih dilakukan analisa apakah itu beras.dati klaster kegiatan keagamaan atau keluarga.
“Masih kami analisa, apakah ini (peningkatan) klaster keagamaan atau keluarga. Tetapi yang jelas ini belum menggambarkan dampak dari mudik Lebaran walaupun itu dilarang,” katanya melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).
Ia menuturkan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus karena adanya warga pendatang, Pemkot Cilegon akan secara ketat melakukan pemantauan. Hal itu akan dilakukan hingga tingkat RT, termasuk memperketat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.
“Kami akan perketat dengan PPKM Mikro, semoga ini bisa mencegah pemaparan (warga pendatang),” jelasnya.
BACA JUGA: Gubernur Klaim Kasus Covid-19 di Banten Semakin Terkendali
Sementara itu, berdasarkan peta sebaran Covid-19 Kota Cilegon jumlah warga positif mengalami kenaikan signifikan pada Selasa (18/5/2021). Ada penambahan warga positif sebanyak 14 orang hingga kini total yang dirawat berjumlah 76 orang. Kemudian, pasian yang sembuh bertambah 4 orang menjadi 5.626. Untuk meninggal tidak ada peningkatan atau tetap sebanyak 177 orang. (uri)















