BANTENRAYA.COM -Kelompok 43 kuliah kerja mahasiswa atau KKM Universitas Bina Bangsa atau Uniba, membantu pemerintah untuk melakukan sosialisasi pencegahan dan menekan angka stunting di Kota Cilegon.
Hal tersebut terungkap dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan oleh Kelompok 43 KKM Uniba, di Posyandu Perumahan Sakinah Residence bersama Bidan Lia dan Lurah Kelurahan Kalitimbang M Uffan.
Dosen Pendamping Lapangan Kelompok 43 KKM Uniba Tiara Nofiana menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini sangat membantu masyarakat untuk menentukan langkah yang tepat, demi masa pertumbuhan emas anak dan perkembangan kognitif anak-anak.
“Sosialisasi ini difokuskan pada pemberdayaan pencegahan stunting melalui penyuluhan mengenai pentingnya air susu ibu (ASI) eksklusif, pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang tepat, serta penyediaan makanan bergizi untuk bayi dan balita,” katanya.
Baca Juga: Tak Bisa Lewat Ordal, Pengisian Kursi Kosong PPDB di Provinsi Banten Tetap Gunakan Tiga Jalur
Ia mengaku, Kelompok 43 KKM Uniba ikut membantu dalam kegiatan Posyandu dan memberi edukasi tentang pentingnya ASI, MPASI dan makanan bergizi untuk anak bayi dan balita di Perumahan Sakinah Residence, Kecamatan Cibeber, Kelurahan Kalitimbang.
“Kegiatan ini dilakukan setiap sebulan sekali. Adapun kegiatan dalam posyandu meliputi penimbangan bayi,” ungkapnya.
Kelompok 43 KKM Uniba, lanjutnya, juga memberikan edukasi mengenai stunting serta penyuluhan tentang cara hidup sehat, serta memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari yang didampingi Bidan Lia Chaerunisah.
“Syukur alhamdulillah Program Kelompok 43 KKM Uniba mendapatkan respons yang baik. KAMI sangat bersyukur sekali bisa dituntun dan diberi arahan oleh Ibu Bidan Lia Chaerunisah dan Ibu Kader, untuk bekerjasama guna membantu kegiatan posyandu tersebut,” ucapnya.
Baca Juga: Cegah Stunting, Kelompok 02 KKM Uniba Beri Penyuluhan Kesehatan di Kota Serang
“Di mana setelah melakukan pemeriksaan, ibu-ibu diberikan materi langsung oleh Ibu Bidan Lia Chaerunisah, tentang pentingnya ASI, MPASI dan makanan bergizi pada anak bayi dan balita,” sambung Tiara.
Di lokasi yang sama, Bidan Lia Chaerunisah menyampaikan bahwa penimbangan berat badan bayi bertujuan untuk memantau pertumbuhan bayi serta mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan balita.
“Selanjutnya pengukuran tinggi dan terakhir balita akan mendapatkan pelayanan imunisasi, sehingga dapat terhindar dari beberapa penyakit seperti TBC, polio, penyakit kuning dan lain-lainnya,” ujarnya.***
















