BANTENRAYA.COM – Suasana Wilayah Timur Tengah kembali memanas setelah terjadinya bentrok antara Hamas dan Israel.
Hamas dan Israel kini terlihat konflik dengan perang besar-besaran yang dimulai sejak Sabtu 6 Oktober 2023 waktu setempat.
Hamas dan Israel saling serang di perbatasan Gaza hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang di 2 kubu.
Baca Juga: Bocoran Cerita One Piece Chapter 1095, Turnamen Seluruh Jenis Ras hingga Asal Usul Kuma Terungkap
Perang sendiri bermula dari Hamas yang melancarkan serangan secara tiba-tiba pada Sabtu dini hari waktu setempat.
Mereka melemparkan ribuan roket ke dekat perbatasam Gaza hingga mampu menembus sistem pertahanan kubah besi milik Israel.
Serangan dilancarkan sebagai upaya untuk merebut kembali Gaza yang diblokade Israel selama 16 tahun terakhir.
Baca Juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Istisqa atau Minta Hujan dari Tulisan Arab, Latin dan Artinya
Serangan itu membuat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanhayu mengumumkan perang dengan Hamas.
Perang membuat situasi di Israel dan Palestina kacau dan berdasarkan laporan terakhir, 526 warga Palestina dan setidaknya 800 warga Israel terbunuh sejak serangan dimulai.
Lalu siapa sebenarnya Hamas ini? Apa kaitannya dengan Palestina dan bagaiamna sepak terjangnya hingga diperangi habis-habisan oleh Israel.
Baca Juga: 10 Contoh Tema Kegiatan Peringatan Hari Santri 2023, Religius, Khidmat dan Anti Membosankan
Dikutip Bantenraya.com dari berbagai sumber, Harakat al-Muqawamah al-Islamiyyah atau Hamas merupakan salah satu kelompok muslim terbesar di Palestina.
Hamas yang berdiri sejak 1987 menjadi gerakan nasionalis dan Islam Palestina yang bermarkas di Jalur Gaza, daerah yang kini diblokade Israel.
Hamas sendiri dibentuk pada awal intifadah atau perlawanan Palestina yang pertama untuk menentang pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Mereka menentang pendekatan sekuler Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Baca Juga: 15 Link Twibbon HUT TNI ke-78, Desain Terbaru dan Terbaik Auto Bangkitkan Jiwa Nasionalis
PLO dibentuk untuk mewakili otoritas nasional Palestina yang menangani konflik Israel-Palestina dan bertujuan menyatukan berbagai kelompok Arab.
Sebagai kelompok yang menentang pendudukan Israel, Hamas memiliki sayap militer yang bernama Brigade Izz al-Din al-Qassam.
Brigade inilah yang yang telah melakukan banyak serangan di wilayah Israel dan Palestina sejak 1990-an.
Tak hanya seranagn secara militer, mereka juga melakukan pemboman skala besar dengan sasaran sipil Israel.
Meski berlatar militer namun Hamas juga terus melaksanakan program sosial terhadap rakyat Palestina.
Selain itu, Hamas juga mulai masuk ke proses politik Palestina seperti pada 2005, ketika Israel menarik pasukan dan pemukimnya dari Gaza.
Baca Juga: Khawatir Terkena Katarak saat Tua? Coba Ikuti 5 Tips di bawah ini!
Di politik itu, Hamas pun akhirnya memenangkan pemilihan umum legislatif pada 2006 hingga menguatkan posisinya di Gaza.
Mereka juga akhirnya mendepak rival sesama kelompok Palestina yakni Gerakan Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas.
Akibar sepak terjangnya itu terutama konflik bersenjata, Hamas pun telah dicap sebagai sebagai kelompok teroris oleh Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan beberapa negara lain.
Baca Juga: WOW! Ini Beneran Telaga Biru Cisoka yang Ada di Banten? Yuk Intip Pesona dan Keindahan Alamnya
Walau dilanda blokade dan mendapat serangan berkali-kali dari Israel namun Hamas tetap berkuasa di Gaza dan terus menambah persenjataannya.
Mereka juga masih bisa terus bertahan karena mendapatkan dukungan dari warga setempat. ***

















