BANTENRAYA.COM – Kesenian wayang sudah tak asing lagi bagi warag Indonesia.
Kesenian wayang adalah sebuah boneka khas Indonesia yang dimainkan oleh seseorang yang dikenal dengan nama dalang.
Kesenian wayang juga sering digunakan untuk media dakwah oleh ulama sejak dahulu guna memperluas ajaran agama.
Baca Juga: GrazieVale, Salam Perpisahan untuk Valentino Rossi Menggema
Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis wayang yang umum ditampilkan yaitu wayang golek dan kulit. Keduanya berasal dari Pulau Jawa.
Wayang golek terbuat dari kayu yang dibentuk menyerupai manusia seperti misalnya tokoh wayang terkenal bernama Cepot.
Sedangkan wayang kulit terbuat dari kulit kerbau dengan tokoh terkenal semisal Arjuna.
Baca Juga: Ingin Sukses di Porprov Banten 2022, KONI Kota Cilegon Ajukan Anggaran Rp23 Miliar
Dikutip Bantenraya.com dari akun Instagram @kemenparekraf.ri, ternyata ada jenis wayang di luar golek dan kulit.
Wayang ini terbuat sebuah daun, lebih tepatnya dari daun ental yang dimiliki oleh tumbuhan paku.
Daunnya tumbuh dengan cara tergulung atau mlungker dalam Bahasa Jawa.
Baca Juga: Merusak Jalan, Kebocoran Pipa Air PDAM di Ciceri Kota Serang Dikeluhkan Warga
Wayang ini tercipta bermula dari ujian praktik kelulusan di Institut Seni Indonesia, Denpasar pada tahun 2016 oleh Gung Ade Dalang.
Awalnya berbentuk 2D, namun berevolusi menjadi 3D pada tahun 2018.
Pada tahun yang sama, Gung Ade Dalang melanjutkan kuliah pascasarjana atau S2 dan berkesempatan menyempurnakan wayangnya tersebut.
Baca Juga: Viral Permintaan Bupati Banyumas ke KPK: Sebelum OTT, Kepala Daerah Dipanggil Dulu Aja Pak!
Wayang dari daun ental perlu dimainkan oleh dua orang dalang dan butuh kordinasi yang kuat.
Untuk memainkan wayang daun ental ini, sang dalang harus menggerakkan dengan cukup hati-hati.
Tidak boleh menggerakkan secara berlebihan, agar penonton fokus pada pesan yang disampaikan.
Dalam caption unggahan akun Instagram @kemenparekraf.ri, menyampaikan bahwa wayang sudah lama tidak tersentuh oleh pemuda Indonesia.
Akun terseut juga berharap pewayangan di Indonesia bisa semakin maju dan lestari. ***



















