BANTENRAYA.COM – Artikel ini memuat lirik lagu Jaga Hati Ini, hasil kolaborasi yang kedua antara band For Revenge dan StereoWall.
Selain lirik lagu Jaga Hati Ini, dilengkapi juga dengan makna dan informasi fakta menarik di dalamnya.
Untuk mengetahui lirik lagu Jaga Hati Ini yang lengkap dengan makna dan fakta menariknya, simak di bawah ini.
Sebelumnya For Revenge pernah menggandeng StereoWall dalam karya Jakarta Hari Ini, dan menjadi fenomenal.
Bahkan kedua musisi dari band kenamaan tersebut saling menjalin hubungan cinta.
Fakta Menarik
Dilansir dari YouTube StereoWall TV, Jaga Hati Ini merupakan sequel dari Jakarta Hari ini, menarik benang merah dari karya sebelumnya.
Baca Juga: Profil Pemain Kenzie di Santri Pilihan Bunda, Baru 16 Tahun Tapi Sudah Punya Bewok
“Kita memang mau melanjutkan kisah benang merah dari ‘Jakarta Hari Ini’ dengan menciptakan sekuel yang juga diberi judul ‘Jaga Hati Ini’, toh judulnya juga sama-sama JHI,” ungkap StereoWall.
Makna
Lirik-lirik menyampaikan kesedihan dan kekosongan yang dirasakan setelah seseorang yang dicintai pergi.
Baca Juga: Resep Ketan Bintul Khas Banten untuk Menu Buka Puasa, Bertaburan Serundeng Makin Mantap
Jakarta, sebagai latar tempat, menjadi metafora untuk perubahan yang dirasakan ketika seseorang yang dicintai tidak lagi bersama.
Tanpa panjang lebar, berikut adalah lirik lagu Jaga Hati Ini dari For Revenge dan StereoWall.
Lirik
Baca Juga: Kenang Masa Kejayaan Anyer, Kepala BI Banten: Dulu Saya Sering Diajak…
Jakarta hari ini
Tak semudah saat kau di sini
Jakarta hari ini
Tak seindah saat kau yang menggenapi
Nyatanya ku pura-pura bahagia
Tak seharusnya ku bersamanya
Diam ku bertanya
Kabarmu di sana
Masihkah terbuka
Jalan tentang kita
Baca Juga: Pemancing yang Hilang di Pantai Sodong Abu Kabupaten Lebak Ditemukan
Jangan berharap lekaslah pergi
Biarkan ku yang berteman dengan sepi
Jangan beranjak lekas kembali
Biarkan ku yang menunggumu di sini
Jangan beranjak lekas kembali
Biarkan ku yang menunggumu di sini
Jangan berharap lekaslah pergi
Biarkan ku yang berteman dengan sepi
Jangan beranjak lekas kembali
Biarkan ku yang menunggumu di sini
Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa?
Jika masih ada kau dan dia
Akhirnya ku menyerah
Merelakanmu dengannya.***



















