BANTENRAYA.COM – Dalam upaya mengembangkan usaha di bidang kopi, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cilegon kembali memberikan bantuan dana sebesar Rp50 juta kepada Baqofee, Kamis (19/5).
Dana tersebut merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN UPT Cilegon kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di bawah tower Sutet, Lingkungan Karang Tengah, Kota Cilegon.
Manager Unit Layanan Transmisi Gardu Induk (ULTG) Cilegon Hundusin mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan kali kedua yang diperuntukan untuk mengembangkan usaha terutama pada ketersediaan bahan baku.
Baca Juga: Sopir Bus PO Haryanto Cekcok dengan Pengendara Lain dan Nyaris Dipukul, Rian Mahendra Minta Maaf
“Pengembangannya paling dari sisi pemenuhan bahan bakunya agar lebih mudah lagi, pengolahannya untuk lebih baik lagi, packing lebih bagus, sampai pemasaran dan legalisasi produknya terpenuhi,” kata Hundusin kepada Banten Raya.
Untuk diketahui, Baqofee merupakan UMKM kopi yang diproses dan diolah oleh santri pondok pesantren Al Baqo di Lingkungan Karang Tengah, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.
Hundusin berharap, dengan bantuan yang diberikan dapat dipergunakan dengan baik sehingga berimbas pada kesejahteraan pondok pesantren. “Terutama paling tidak untuk kesejahteraan lah khususnya sebagai pengelola dan bisa berkembang kepada masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Waspadai Cacar Monyet yang Ditularkan Hewan ke Manusia, Simak 5 Pencegahan Dini yang Bisa Dilakukan
Baca Juga: HOROR! Kisah Janur Ireng Awal Mula Santet 1000 Hari, Klik Link di Sini untuk Baca Selengkapnya
Sementara, Lurah Pabean Nurul Hadiyati sangat mendukung penuh atas terbangunnya kopi lokal yang berkualitas. “Kami selaku kepemerintahan sangat mendukung penuh atas program-program yang ia kerjakan dengan memperdayakan santri-santri menjadikan Satri preneur,” ucap Nurul.
Smenetara itu, Owner Baqofee Fahruroji mengucapakan terima kasih kepada pihak PLN Karena telah mempercayainya dan mendukung programnya. “Saya akan memanfaatkan batuan ini sebaik-baik mungkin untuk kesejahteraan pesantren dan masyarakat,” kata Fahruroji.***



















