BANTENRAYA.COM – Rumah Anggur Farm yang berlokasi di Lingkungan Meluar, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon mengaku kesulitan memproses bibit anggur lokal menjadi batang atas (entres) ketika melakukan grafting atau pencangkokan tanaman.
Batang atas yang disebut entres adalah tajuk tanaman yang dapat menghasilkan tanaman berkualitas unggul. Batang atas tersebut dapat berupa mata tunas tunggal yang digunakan dalam teknik okulasi atau dalam sambungan (grafting).
Pemilik Rumah Angur Farm Khairul Anwar mengatakan, bibit anggur lokal memiliki rasa yang khas yaitu asam sehingga tidak cocok untuk dijadikan batang atas. Jikapun dijadikan batang atas kemudian digrafting dengan batang bawah impor, hasilnya akan tetap asam.
Baca Juga: Digelar di Tengah PPKM Lebel 3, MTQ Kota Serang 2022 Digelar Lewat Zoom Meeting
Baca Juga: Tingkatkan Keandalan Pasokan Listrik, PLN Terapkan EAM Transmisi di Indonesia Timur
“Kita semua tahu, teori mengatakan batang atas yang akan menentukan hasil buah. Tapi karena penasaran, dulu saya coba grafting dengan batang bawah impor, dan hasilnya sesuai teori, asam,” kata Anwar kepada Banten Raya, Rabu (23/2).
Meski tidak memiliki keunggulan untuk dijadikan batang atas, ia mengungkap, bibit anggur lokal memiliki keunggulan pada batang bawah (rootstock). Menurutnya, batang yang berasal dari bibit anggur lokal tergolong kokoh di segala kondisi.
“Batang lokal ini lebih mudah beradaptasi dengan iklim indonesia semisal tahan terhadap banjir, berbeda dengan bibit impor. Kalau impor (bibit), banjir sedikit juga udah layu. Selain itu, penyerapan nutrisnya juga bagus kalau bibit lokal,” ucapnya.
Baca Juga: KONI Kabupaten Serang Rencanakan Diskusi dengan Pelatih untuk Prestasi Porprov
Baca Juga: Pejuang PTN Harus Tahu! Rekomendasi Materi UTBK Saintek 2022 Lengkap, Fisika, Kimia dan Biologi
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan keunggulan tersebut bibit anggur lokal mudah untuk di grafting atau disambung dengan batang atas bibit impor, sehingga anggur impor dengan mudah beradaptasi dan berbuah di Indonesia.
Ia menuturkan, semua jenis bibit anggur impor bisa di grafting dengan batang bawah anggur lokal, sehingga fokus bisnis yang bisa di ambil dari bibit anggur lokal yakni pembibitan untuk dijadikan batang bawah.
“Konsumen masih banyak, karena memang batang bawah yang saya gunakan itu anggur lokal. Kalau sekarang harga batang bawah ukuran 20 cm sebesar Rp100.000 per kilogram,” ujarnya.***

















