BANTENRAYA.COM – XLSmart bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), memastikan jaringan internet di wilayah Aceh sudah mencapai sekitar 95 persen, Sumatera Utara pulih hampir 100 persen, dan Sumatera Barat sudah mencapai 100 persen.
Direktur and Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys menyampaikan, pemulihan jaringan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi memastikan masyarakat tetap terhubung di saat paling kritis.
“Sinergi dengan Komdigi memungkinkan pemulihan dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan berdampak langsung bagi aktivitas sosial dan ekonomi warga,” kata Merza dikutip Bantenraya.com, Rabu 31 Desember 2025.
Sebelumnya, XLSmart melalui Majelis Taklim (MT) XLSmart telah menyerahkan bantuan yang diberikan di Sumatera Utara meliputi obat-obatan, sembako, sajadah, sarung, selimut, handuk, air mineral, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya ke Desa .
Selain bantuan fisik, MT XLSmart juga menghadirkan program pendampingan psikologis bagi anak-anak penyintas banjir bandang.
BACA JUGA: Karyawan XLSmart Kirim Bantuan Air Bersih 56 Ribu Liter ke Sumatera
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid mengatakan sinergi antara XLSmart dan Kemkomdigi menjadi langkah konkret dalam mendukung pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang.
“Kehadiran negara bersama sektor swasta penting untuk memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan cepat serta layanan komunikasi tetap berjalan di masa darurat,” ungkapnya.
Meutya menegaskan pemulihan layanan publik, ekonomi, dan telekomunikasi menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Ia mengapresiasi peran XLSmart dalam mendukung jaringan dan menyediakan bantuan air bersih untuk meringankan beban warga terdampak banjir.
Dalam kegiatan tersebut, Menkomdigi melakukan kunjungan langsung ke Base Transceiver Station (BTS) XLSmart di wilayah terdampak di Aceh Tamiang.
“Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi infrastruktur telekomunikasi serta kesiapan jaringan dalam mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat pascabencana,” kata Meutya.***



















