BANTENRAYA.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sepanjang semester I 2025 mencatatkan lonjakan signifikan produk berbasis emas.
Pada periode tersebut pembiayaan cicil emas di BSI tumbuh 117 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan itu dipengaruhi oleh tren harga emas cenderung naik seiring fluktuasi ekonomi dan geopolitik dunia.
BACA JUGA: Menteri Transmigrasi Siap Berkontribusi untuk Mathla’ul Anwar
Di sisi lain, kondisi ini memberikan atensi positif terhadap tren permintaan nasabah BSI terhadap investasi emas.
Anton Sukarna, Dierktur Sales and Distribution BSI menjelaskan, masyarakat menyaksikan harga emas naik cukup tinggi mencapai 40 persen dalam satu tahun.
Bahkan, harganya cenderung fluktuatif menembus Rp 2 juta per gram.
“Konsumsi emas per kapita Indonesia hanya 0,16gram perkapita. Ini masih lebih rendah dibanding negara-negara lain di ASEAN seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam,” katanya melalui keterangan resmi dikutip Bantenraya.com, Jumat 12 September 2025.
BACA JUGA: Masih Dicari, iPhone 13 Memang Masih Worth It Dibeli Saat Ini?
Di sisi lain konsumsi emas di Indonesia mayoritas masih dalam bentuk perhiasan dan secara perlahan konsumsi. Anton mengungkap, konsumsi emas sebagai instrumen investasi mulai meningkat sejalan dengan edukasi.
‘’Kami melihat bahwa fokus bisnis kami di BSI sejalan dengan tren masyarakat yang mulai melirik investasi safe haven seperti emas,” tuturnya.
“Harga emas ini telah menembus Rp 2 juta per gram. BSI menawarkan solusi bagi masyarakat dengan mendemokratisasi kepemilikan emas di mana dapat dimulai dengan 0,05 gram atau sekitar Rp 100 ribu melalui BYOND by BSI,” katanya.
Hingga Mei 2025 pembiayaan BSI tumbuh 15 persen secara (yoy). Pertumbuhan tertinggi di segmen Konsumer terutama pembiayaan berbasis emas yakni Cicil dan Gadai Emas yang tumbuh 68,68 pesen.
Pembiayaan cicil emas sendiri tumbuh 175% (yoy) dan ini masuk sebagai pembiayaan yang aman karena memiliki performance bagus dan underlying asset yang solid berupa emas batang.
Setelah fokus pada produk berbasis emas, BSI membuka layanan bullion bank yang peresmiannya dilakukan oleh Presiden Prabowo pada Februari 2025.
BSI terus mendorong nasabah untuk memiliki emas karena karakteristik emas safe haven dan tahan terhadap inflasi.
BSI Gandeng PT Hartadinata Abadi
Selain itu, perseroan juga bekerjasama dengan PT Hartadinata Abadi Tbk meluncurkan emas batangan bernama BSI Gold seri Emasku BSI yang tersertifikasi SNI dengan karatase 99,99 persen.
Produk ini juga telah memperoleh rekomendasi Kesesuaian Syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Masyarakat dapat memiliki BSI Gold melalui skema pembiayaan BSI Cicil Emas.
Saat ini BSI Gold tersedia dalam bentuk fisik dengan pecahan 1gr, 2gr, 5gr, 10gr, 25gr, 50gr dan 100gr, BSI menawarkan berbagai program untuk kepemilikan BSI Gold melalui produk BSI cicil emas yang dapat di angsur jangka waktu satu hingga lima tahun.***



















