BANTENRAYA.COM – Kehadiran jasa sol sepatu menjadi tren bisnis yang tetap eksis sampai saat ini, meskipun zaman terus menunjukkan perkembangan yang pesat.
Salah satunya Amin (46), tukang sol sepatu di Pasar Royal Kota Serang mengatakan, dirinya sudah menekuni jasa tersebut lebih dari 20 tahun, dan permintaannya tidak pernah mati setiap tahun.
“Kalau sol ini dari zaman dulu sampai sekarang masih sama, karena orang kan hanya beda cara beli saja, tapi kalau rusak atau mau reparasi carinya tukang sol sepatu,” katanya kepada Bantenraya.com, Selasa 27 Mei 2025.
Jasa untuk setiap pasang sepatu dan sandal yang disol beragam tergantung tingkat kesulitan dan kerusakan, rata-rata untuk pasaran jasa sol yang ia tawarkan mulai dari Rp20-25 ribu per pasang.
“Kalau jahit aja sih Rp20 ribu, tapi kalau semakin mahal sepatunya misal yang harga Rp5 juta keatas itu Rp50 ribu karena perlu keterampilan lebih,” ujarnya.
“Tidak hanya mengandalkan tenaga saja kita juga perlu kreativitas agar sepatu ini bisa bagus lagi,” cakapnya.
Baca Juga: Sebanyak 16 Penegak Laksana di SMA Negeri 1 Cikande Dilantik
Biasanya, para penyedia jasa sol sepatu ini mendapatkan keuntungan yang besar ketika menjelang masa tahun ajaran baru, karena pelangganya dari anak-anak sekolah yang naik kelas.
“Nah ini sih biasanya kalau tahun ajaran baru bisa sampai Rp300 ribu sehari, kalau hari biasa mah naik turun yah, namanya juga rejeki,” terang Amin.
Tukang sol lainnya Ahmad Rifai menyebut, dirinya menggeluti pekerjaan ini karena meneruskan keahlian orang tuannya hingga sekarang.
Baca Juga: Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Pemkot Ogah Pakai APBD, Benarkah Bakali Pinjam dari bjb?
“Saya sudah dari umur 15 tahun menjadi tukang sol, karena meneruskan orang tua saya,” ungkapnya.
“Pasalnya saya tidak punya keahlian yang lain, selain cuma ngesol sepatu yang diajarkan oleh bapa saya dulu, selebihnya belajar otodidak” ungkapnya.
Menurutnya, seiring perkembangan jaman seperti sekarang ini, jasa tukang sol sepatu masih di butuhkan oleh masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
Baca Juga: Macet di Ruas Jalan Citeras-Rangkasbitung, Pengendara Sebut Truk Parkir Sembarangan Jadi Biang Kerok
“Karena pola pikir lama masih melekat pada masyarakat, bahwa dengan memperbaiki sepatu durasi pemakaiannya akan lebih lama atau awet,” kata Ahmad.***



















