BANTENRAYA.COM – Ibu Suciyah, seorang pengusaha cor kuningan asal Trowulan, Mojokerto, telah mengalami perubahan besar dalam hidupnya sejak bergabung dengan program PNM Mekaar pada tahun 2017.
Sebelumnya, ia hidup dalam kesulitan finansial dengan pendapatan yang sangat terbatas—hanya sekitar Rp300.000 per bulan.
Hidup dalam keterbatasan ini membuatnya kesulitan mencukupi kebutuhan dasar keluarganya, bahkan untuk membeli popok dan susu untuk anak-anaknya.
Baca Juga: Daftar Langsung! Info Loker Mie Gacoan Cabang Rangkasbitung, Terbuka untuk Lulusan SMA hingga S1
Namun, hidup Ibu Suciyah mulai berubah ketika ia bertemu dengan Account Officer (AO) Mekaar di pasar.
Dari pertemuan tersebut, Ibu Suciyah mendapatkan tawaran modal usaha dengan plafon awal sebesar Rp3.000.000.
Tawaran tersebut menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya. Dengan modal tersebut, ia mulai mengembangkan usaha produksi cor kuningan yang sebelumnya hanya dijalankan secara sederhana.
Baca Juga: Kumpulan Contoh Surat Undangan Acara Isra Miraj 2025, Singkat dan Sopan Bisa Dikirim di WA
Saat ini, Ibu Suciyah tidak hanya berhasil meningkatkan taraf hidup keluarganya, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas.
Beliau kini mampu mempekerjakan tetangga sekitar, membangun tempat usaha sendiri, membeli alat produksi cor kuningan, dan bahkan membantu menyekolahkan anak-anak yatim di lingkungannya.
“Saya pernah ngerasain hidup susah, Ada sedikit rezeki dari hasil jualan saya pingin bantu orang yang kesulitan,” tuturnya.
Baca Juga: GRATIS! 4 Twibbon Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-347 Tahun 2025, Desain Terbaru dan Kekinian
Ketulusan hatinya membantu sesama dan kegigihannya berusaha membuat Ibu Suciyah terpilih menjadi salah satu nasabah PNM Mekaar yang menginspirasi.
Ia pun rutin mengikuti pelatihan usaha yang diberikan oleh PNM, salah satunya pelatihan klasterisasi bertema “Cor Kuningan”.
“Saya diajak belajar bikin cor kuningan tapi caranya beda sama yang biasanya saya bikin. Pulang dari sana saya kasih tau tetangga-tetangga cara bikin yang lebih gampang,” jelasnya.
Baca Juga: Walikota Serang Terpilih Budi Rustandi Minta BBWSC3 Normalisasi 6 Anak Sungai Cibanten
Setelah mendengar cerita Ibu Suciyah, banyak tetangga mulai memproduksi cor kuningan dan diajak bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar.
Berkat kegigihan dan dukungan dari PNM Mekaar, usahanya terus berkembang.
Ia juga mendapat perhatian dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, yang dalam kunjungannya ke Mojokerto beberapa waktu lalu memberikan bantuan alat usaha kepada Ibu Suciyah.
Baca Juga: Kuwait Guyur Rp 30 Miliar Bantu Bangun Pondok Pesantren di Kota Serang, Nur Agis Merasa Terbantu
Bantuan ini diharapkan dapat mendukung usahanya naik kelas dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi percaya akan kekuatan ibu-ibu dalam memberikan kontribusi secara holistik bagi lingkungannya.
Ia menyatakan komitmen PNM untuk terus memberikan dukungan akses modal usaha yang tepat dapat mengubah kehidupan dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
Baca Juga: Bikin Ngeri! Sinopsis Film Horor Desa Mati The Movie Segera Tayang Maret 2025
“Ibu-ibu Mekaar ini punya potensi besar untuk berkembang, sudah ada bibit dan naluri dari diri mereka sendiri, untuk memberi semaksimal mungkin kepada keluarga bahkan lingkungan sekitar. Tugas kami memfasilitasi dukungan terbaik dengan pembiayaan dan pendampingan melalui program-program yang tepat sasaran,” ungkap Arief.***



















