BANTENRAYA.COM-Keputusan terhentinya kompetisi Liga 1 dan 2 membuat pihak Arema FC dan Manajemen merasa bersalah.
Dikutip Bantenraya.com dari laman Facebook AREMA DAILY, seluruh Manajemen dari Arema FC meminta maaf.
Atas keputusan PSSI yang meniadakan degradasi Liga 1 musim ini dan memberhentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 musim 2022-2023.
Setelahnya itu banyak hujatan datang dari kalangan media sosial.
Baca Juga: Jawara Banten Berkumpul di Grup 1 Kopassus, Ini Tujuannya untuk Ajang Silahturahmi
Para netizen dimedia sosial banyak yang menuding Arema FC biang keladi atas carut marut.
Persepakbolaan tanah air. Akhirnya Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABI), Tatang Dwi Arifianto buka suara.
Terkait pemberhentian kompetisi Liga 2 dan 3. Ia berdalih bahwa Arema FC tidak memiliki kewenangan.
Atas keberlangsungan kompetisi di Indonesia, ia juga berpendapat bahwa.
Baca Juga: Sebelum Tayang Perdana, Ratusan Warga Serang Nobar Film BSR Lebih Dulu di MOS
Semua keputusan ada ditangan PSSI selaku otoritas terkait.
Tatang juga tidak ingin melepas tanggung jawab begitu saja. Pihak yang terlibat dalam Arema FC baik secara langsung.
Maupun tidak langsung yang terkena imbas dari Tragedi Kanjuruhan, terus pihaknya meminta maaf tanpa henti.
Ia dan pihak Arema FC menyesali atas Tragedi Kanjuruhan yang pada akhirnya dilibatkan.
Pada rapat Exco PSSI kemarin.
Baca Juga: Hore, Warga Pandeglang Terima Program Instalasi Pembuangan Air Limbah
Sekali lagi saya (Tatang) mewakili Arema FC meminta maaf yang sebesar besarnya atas kejadian ini.
Semoga kedepannya didapati proses keadilan yang objektif dimata hukum.
Sehingga persepakbolaan tanah air dapat berjalan dengan baik.Terima kasih. (***)

















