BANTENRAYA.COM – Stasiun Geofisika Klas 1 Tangerang mencatat telah terjadi 20 gempa bumi di Banten pada 25 Februari hingga 3 Maret 2022.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Geofisika Klas 1 Tangerang Urip Setiyono mengatakan, frekuensi gempa bumi di periode tersebut meningkat 5 persen di banding pekan sebelumnya.
Pasa periode 18 – 24 Februari 2022 telah terjadi 19 kejadian gempa bumi.
Sebaran pusat gempa bumi atau episenter umumnya berada di laut, yaitu pada zona pertemuan lempeng Indo-Austiralia dan Eurasia di bagian barat Provinsi Lampung,
Selat Sunda, hingga Jawa Barat.
Kejadian gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3 hingga 5 dominan terjadi yaitu sebesar 60 persen atau 12
kejadian.
“40 persen atau 8 kejadian gempa bumi dengan kekuatan magnitudo di bawah 3 dan tidak ada kejadian gempa bumi dengan kekuatan magnitudo di atas 5,” paparnya.
Baca Juga: Begini Kronologis Meninggalnya Tangmo Nida Artis Cantik dari Thailand
Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi pada periode tersebut yang termasuk dangkal atau di bawah 60 km sebesar 85 persen 17 kejadian.
Kemudian, 15 persen 3 kejadian gempa bumi menengah 60 hingga 300 km dan tidak ada kejadian gempa bumi
dalam atau di atas 300 km.
“Dari 20 gempa bumi yang terjadi, ada 1 kejadian yang guncangannya dirasakan di wilayah Banten,” ungkapnya.
Baca Juga: 5 Kejanggalan Kematian Artis Thailand Tangmo Nida, Terdapat Banyak Luka
Kejadian gempa bumi itu terjadi pada Senin, 28 Februari 2022, pada pukul 22.38 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,8
Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7.34 LS – 106.08 BT, tepatnya berada di laut pada jarak 49 km Barat Daya Bayah, Banten dengan kedalaman 28 km.
“Berdasarkan laporan, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Jiput, Cimanggu, Carita,Labuan, Bayah II-III MMI dan Cisolok II MMI,” tuturnya. ***

















