BANTENRAYA.COM – Banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang selama bulan puasa Ramadan.
Apalagi, kegiatan yang dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba biasanya melakukan aktivitas yang bisa mengusir rasa bosan.
Salah satunya yakni dengan bermain game untuk mengisi waktu luang selama menunggu waktu buka puasa tiba.
Bahkan, tak kenal waktu jika telah bermain game lantaran saking asyiknya sehingga tak sadar meninggalkan kewajiban lainnya.
Jika hal tersebut terjadi, mencuat pertanyaan hukum bermain game ketika puasa dan apakah membatalkan puasa seseorang.
Seperti yang dikutip Bantenraya.com dari Instagram @nuonline_id, secara fiqih bermain game tidak membatalkan puasa.
BACA JUGA: 2 Dapur SPPG di Banten Dikabarkan Di-suspend, Kepala BGN Langsung Angkat Suara
Selama bermain game tersebut tidak diiringi dengan makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan secara syariat dan puasanya tetap sah.
Akan tetapi, ibadah ini sendiri bukanlah mengenai sah atau batalnya seseorang melainkan terdapat adab dan kualitas yang harus dijaga.
Ulama mengingatkan, Ramadhan bukan bulan untuk tenggelam dalam urusan dunia dan hiburan berlebihan.
Sayyid Abdullah Al-Hadda berkata:
ومِنْ آدَابِهِ أَنْ لَا يُكْثِرُ التَّشَاغُلَ بِأُمورِ الدُّنْيا في شهر رمضان بل يتفرع عنها لعبادة الله وذكره ما أمكنه ولا يدخل في شَيْءٍ مِنْ أَشْغَالِ الدُّنْيَا إِلَّا إِنْ كَانَ ضَرُورِيا فِي حَقَّهِ أَوْ حق من يلزمه القيام به من العيال ونحوه، وذلك لأن شهر رمضان في الشهور بمنزلة يوم الجمعة في الأيام فينبغي للمؤمن أن يجعل يوم جمعته وشهره هذا لآخرته خصوصا
Artinya, “Di antara adab yang dianjurkan adalah tidak terlalu sibuk dengan urusan dunia di bulan Ramadhan, tetapi sebaiknya mengosongkan diri untuk beribadah kepada Allah dan banyak mengingat-Nya sebisa mungkin. Jangan terlibat dalam urusan dunia kecuali yang benar-benar diperlukan.” (Lihat Sayyid Abdullah Al-Hadda, Nashaihud Diniyah, Beirut, Darul Kutub Ilmiyah, 2015, hlm. 173)
Sehingga, bermain game sendiri tidaklah membatalkan. Namun, jikalau sampai melalaikan salat, ngaji, dan dzikir dapat mengeringkan pahala dan menghilangkan ruh Ramadhan.
Sebagaimana bahwasanya puasa itu ialah latihan mengendalikan diri, bukan hanya menahan lapar dan dahaga.***















