BANTENRAYA.COM – Warga Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu yang bernama Uki mampu mempertahankan usahanya selaku perajin miniatur unta selama hampir 8 tahun.
Prooduk replika unta itu sudaah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia yang tersebat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa hingga Pulau Bali.
Uki mengatakan, pembuatan replika unta tersebut dimulai sejak tahun 2017 yang awalnya sadar produk tersebut mempunyai pangsa pasar cukup besar.
BACA JUGA: Pejabat Pemkot Cilegon Diminta Kompak dan Tingkatkan Pelayanan Untuk Masyarakat
“Dulu saya jualan angsongan kipas di acara manasik haji. saya berfikir orang foto-foto manasik haji tapi tidak ada replika untanya. Sehingga saya berinisiatif untuk membuat replika untanya,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Rabu 4 Februari 2026.
Setelah menawarkan produknya ke beberapa tempat, akhirnya mulai banyak orang yang berminat untuk memesan kerajinan unta tersebut.
“Dari situ mulai banyaklah yang berminat, Alhamdulillah sampai sekarang banyak fotografer yang suka memakai replika unta dan order ke kita,” katanya.
Uki menuturkan, dalam tiga hari ia menyelesaikan dua replika unta dari mulai menyusun kerangka hingga produk siap dipasarkan.
“Pertahun kurang lebih 80 sampaii 90 replika unta. Bahan-bahanya juga sangat sederhana dengan memanfaatkan limbah kayu, bambu kawat, busa dan kain raspur,” jelasnya.
Untuk harga replika unta tersebut mulai dari Rp2,2 juta untuk ukuran kecil dan Rp5 juta untuk ukuran besar dan bisa ditumpangi manusia.
“Penjualan itu khampir se-Indonesia, yang sudah ke Samarinda, Aceh, Pekanbaru, Riau, Medan, Padang, Majalengka, Jakarta, Bandung, Sukabumi, Bali, Cirebon, Indramayu dan Tegal,” paparnya.
Serkretaris Desa Margasana Tb Ainun Najib mengatakan, kerajinan unta tersebut sangat populer dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) paling maju di desanya.
“Setahu saya kerajinan yang ada di Desa Margasana untuk saat ini miniatur unta itu, perkembaangannya juga cukup baik dan pemasarannya hanmpir seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah desa selalu membrikan suport dan dorongan supaya perajin unta tersebut terus berkembang.
“ Pastinya kita mendukung, walaupun bukan materi tapi kita mendorong agar pelaku UMKM yang ada di Desa Margasana ini bisa dilirik dan bisa diketahui di tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional,” katanya. ***

















