BANTENRAYA.COM – Pengurus Daerah Dewan Da‘wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Pandeglang, kembali menggelar Pengajian II dan Koordinasi Program Kerja di Lembur Mangrove, Panimbang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar konsolidasi dakwah serta penguatan struktur organisasi dalam menghadapi tantangan sosial-keagamaan yang kian kompleks di wilayah Pandeglang.
Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WIB tersebut dihadiri jajaran pengurus daerah, tokoh dakwah, serta perwakilan bidang-bidang strategis Dewan Da‘wah. Pengajian II ini dilaksanakan tepat satu bulan setelah Pengajian I yang sebelumnya digelar di MABS Cimanuk.
Dalam sambutan K.H. Odon Firdausy salah seorang panitia menegaskan bahwa pemilihan lokasi kegiatan di kawasan Taman Mangrove Panimbang, untuk menghadirkan suasana yang berbeda, sekaligus membuka cakrawala berpikir para pengurus dalam membaca realitas dakwah di lapangan.
BACA JUGA: Paramount Gading Serpong Rilis 81 Bangunan Komersil Terakhir di Maggiore Signature West
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya penyakit masyarakat di wilayah pesisir Panimbang–Tanjung Lesung, terutama yang melibatkan generasi muda. Fenomena tersebut, menurutnya, menuntut kehadiran dakwah yang lebih terstruktur, solutif dan menyentuh akar persoalan.
“Ini adalah amanah besar dakwah kita ke depan, bagaimana Dewan Da‘wah mampu hadir memberikan edukasi, pendampingan, dan pembinaan umat secara nyata,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan perkembangan pembangunan masjid di salah satu kampung wilayah binaan yang sempat roboh dan kini telah mencapai sekitar 60 persen. Dukungan para donator ini diharapkan agar masjid tersebut dapat difungsikan pada bulan Ramadan mendatang.
Pernyataan Dewan Da‘wah Pandeglang
BACA JUGA: Tak Melaut Gegara Cuaca Buruk, Nelayan di Lebak Kuras Tabungan Demi Bisa Makan
Ketua Pengurus Daerah DDII Kabupaten Pandeglang K.H. Ace Zaenal Sholihin dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan.
Mengingat luasnya wilayah dan beragamnya kondisi sosial-keagamaan Pandeglang, pembentukan minimal Badan Pengurus Harian (BPH) di setiap kecamatan dinilai sebagai kebutuhan mendesak.
“Dakwah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ia membutuhkan kerja jama‘i yang terorganisir, terarah, dan berkesinambungan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Pengajian III yang insya Allah akan digelar pada bulan Syawal mendatang dan dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal, sekaligus mendorong seluruh bidang agar menyinergikan program kerja dengan Ansyithah Ramadhan. ***
















