BANTENRAYA.COM – Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah atau MDTA Nurul Huda, dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Mathlaul Anwar memastikan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah berjalan normal.
Proses kegiatan belajar di 2 MDTA yang berada di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang ini sebagai bentuk kepedulian pihaknya dalam menjamin hak peserta didik mendapatkan ijazah.
Kepala MDTA Nurul Huda, M Jahrudin mengatakan, proses kegiatan pembelajaran di Madradah miliknya berjalan sesuai peraturan yang berlaku. Lantaran kegiatan pembelajaran sesuai harapan wali murid.
BACA JUGA: Daftar 14 Pejabat Eselon II Pemkot Cilegon yang Dijamin Tak Kena Mutasi Gelombang I Besok
“Kegiatan belajar murid berjalan normal. Dulu sempat diliburkan, tidak ada kegiatan belajar karena terkena banjir. Tapi sekarang sudah belajar normal,” kata Jahrudin, ditemui di Ruang Rapat Seksi Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang, Selasa 3 Februari 2026.
Dengan adanya kegiatan belajar peserta didik, kata Jahrudin, Madrasah yang dikelolanya mengeluarkan ijazah untuk peserta didik sesuai peraturan yang berlaku. Sebab, ijazah merupakan dokumen resmi yang menyatakan seseorang telah lulus dari suatu jenjang pendidikan.
“Kegiatan belajar anak berjalan. Total murid di sekolah kami ada 45 orang. Maka dari itu kami mengeluarkan ijazah resmi,” ujarnya.
BACA JUGA: Beasiswa UNHAN 2026 Dapat Fasilitas Kuliah Gratis, Disediakan Asrama hingga Uang Saku
Kepala MDTA Mathlaul Anwar, Rudi Hartono memastikan, kegiatan belajar mengajar siswa-siswi di Madrasah miliknya berjalan baik. Sehingga mengeluarkan ijazah sesuai harapan orang tua murid.
“Kegiatan belajar anak berjalan normal. Mengenai ada informasi, kami menerbitkan ijazah tanpa KBM itu tidak benar, KBM di Madrasah kami berjalan baik. Total murid sebanyak 50 orang,” katanya.
Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Pandeglang, Haji Mucholid mengatakan, berdasarkan hasil klarifikasi dengan MDTA Nurul Huda dan MDTA Mathlaul Anwar, bahwa KBM peserta didik di kedua Madrasah berjalan normal.
Sebab, jika KBM tidak berjalan, izin operasional kedua MDTA tersebut akan dicabut. “Hasil pertemuan kami dengan dua kepala MDTA, kegiatan pembelajaran anak-anak berjalan baik, karena kalau tidak izinnya kita cabut,” terangnya. ***
















