BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak bersama Asian Development Bank (ADB) mulai melakukan pembahasan rencana proyek SPAM Regional Karian Timur. Proyek pemenuhan air bersih untuk wilayah Lebak dan Tangerang ini disebut bakal membutuhkan anggaran mencapai Rp1,7 triliun yang akan didanai oleh ADB.
Pelaksana Tugas (Plt) Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kabupaten Lebak, Widy Ferdian mengatakan, selain Pemkab Lebak dan ADB, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Kementerian Pekerja Umum (PU) juga akan terlibat dalam project tersebut.
“Kira-kira estimasinya mencapai Rp1,7 triliun. Itu untuk pembangunan IPA (Instalasi Pengolahan Air), jaringan distribusi, dan sampai dengan Sambungan Rumah (SR),” kata Widy kepada Banten Raya, Senin, 2 Februari 2026.
Widy mengungkapkan, SPAM Regional Karian Timur Lebak bakal memiliki kapasitas hingga 200 liter perdetik untuk wilayah Kecamatan Rangkasbitung, 300 liter per detik untuk yang berada di Kecamatan Maja, serta 900 liter perdetik untuk wilayah Tangerang.
“Tangerang itu lebih tinggi kapasitas tampungan airnya karena mungkin ini pertimbangannya itu dipopuslasi dan target SR,” ungkapnya.
BACA JUGA : LAGANSA Kwarcab Lebak Digelar di Al-Qudwah, Satukan Semangat Kepramukaan
Di sisi lain, Widy menyebutkan SPAM Regional Karian Timur ini nantinya bakal memenuhi kebutuhan air bersih bagi 21.400 rumah yang berada di wilayah Kabupaten Lebak dan Tangerang. Adapun untuk SR yang berada di wilayah Kabupaten Lebak, sambungan dari SPAM Regional Karian Timur ini nantinya akan menyasar rumah yang belum memiliki sambungan ke distribusi air dari PDAM Lebak.
“Jadi menyasar yang belum dilayani PDAM, supaya tidak tumpang tindih. Harus di update lagi datanya,” tandasnya. (***)


















