BANTENRAYA.COM – Pemerintah Desa Kemuning, Kecamatan Tunjung Teja membudidaya ayam petelur untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).
Bisnis tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) baik dari segi perawatan hingga menentukan strategi pasar.
Kepala Desa Kemuning Sopwanudin mengatakan, alasan menjalankan bisnis ayam petelur itu ditempuh sebagai wujud pengelolaan potensi lokal yang ada.
BACA JUGA: Pemkot Serang Rancang Lima Program Prioritas dalam RKPD 2027
“Kita mengembangkan program usaha di bidang peternakan yang diarahkan untuk meningkatkan PADes sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan usaha tersebut difokuskan pada peternakan budidaya ayam petelur dengan populasi mencapai 1.000 ekor.
“Usaha ini memiliki peluang pasar yang cukup stabil dan pengurusannya relatif mudah dalam mengelolanya. Usaha ini sesuai dengan intruksi pemerintah pusat yang ingin setiap desa memiliki ketahanan pangan,” katanya.
Pria yang disapa Opan itu menuturkan, awalnya Pemdes Kemuning berencana ingin mengembangkan usaha di budidaya perikanan walauoun pada akhirnya tetap memilih budidaya ayam petelur.
“Awalnya pengen pilih budidaya ikan, ternyata budidaya ikan itu tidak bisa menjamin keberhasilan, dikarenakan banyak kendala baik itu di air dan cuaca sehingga banyak kematian,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, budidaya ayam petelur dinilai jauh lebih ringan dan sangat tahan dari kasus kematian atau serangan berbagai penyakit pada hewan.
“Kita anggarkan 20 persen dari dana desa. Ayam ini setiap harinya diurus oleh BUMDes, kami serahkan sepenuhnya ke BUMDes, desa hanya sebatas memfasilitasi dan memantau agar berjalan,” paparnya.
Pihaknya berharap budidaya yang tengah dilakukan oleh BUMDes ini bisa maju dan berkembang serta bermanfaat untuk masyarakat desa.
“Saya berharap budidaya ini bisa menunjang kebutuhan dapur MBG (makan bergizi gratis) serta dapat memenuhi kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih,” tuturnya. ***

















