“Saat bencana banjir itu kami ikut turun ke lapangan melalui P2MB atau Pengelolaan Dana Musibah dan Bencana untuk membantu korban bencana yang ada di Cilegon,” ungkapnya.
Para pengurus dan anggota Salimah juga turut serta diberikan pelatihan keterampilan untuk dapat terus mengembangkan minat dan bakat.
“Dari pelatihan ini kami bisa terjun ke masyarakat dengan potensi yang ada untuk bisa meningkatkan kualitas muslimah di Kota Cilegon,” tuturnya.
Ia berharap, Salimah Cilegon bisa menjadi pelopor kebaikan untuk masyarakat dan mengajak muslimah yang lain menjadi lebih baik lagi secara kualitas keimanan, pendidikan, dan dakwahnya.
“Perempuan itu kan madrasah pertama bagi anak-anaknya, kami berharap para perempuan juga nanti dapat bermanfaat bagi yang lain,” harapnya. ***


















