BANTENRAYA.COM – Paska banjir, Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia memimpin Jumat Bersih (Jumsih) di Kali Mati, Lingkungan Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat 9 Januari 2026 pagi.
Jumsih untuk cegah banjir di Kali Mati dilakukan secara gotong royong oleh ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat, dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait Pemkot Serang.
Sebab sepanjang Kali Mati terdapat banyak gangguan mulai dari sampah, sedimentasi, hingga tanaman liar eceng gondok yang telah lama dibiarkan tumbuh tanpa pengelolaan yang bisa mengakibatkan banjir.
Pembersihan dilakukan secara menyeluruh guna mengembalikan fungsi aliran Kali Mati yang selama ini tersumbat dan bisa banjir.
Pantauan Bantenraya.com di lokasi, sampah baik sampah organik maupun non organik diangkut menggunakan kendaraan truck dari OPD terkait.
BACA JUGA : Masyarakat Minta Pemkot Cilegon Bentuk Tim Khusus Penanganan Banjir
Nur Agis Aulia mengatakan, Kali Mati menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di Kecamatan Kasemen, yang beberapa hari lalu merendam rumah-rumah warga hingga empat hari lamanya. Kondisi sungai yang tersumbat membuat aliran air tidak berjalan optimal saat curah hujan tinggi.
“Kali Mati Keroya ini sudah lama tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tumpukan sampah dan eceng gondok yang menahun membuat air tidak mengalir dan akhirnya meluap ke permukiman warga,” ujar Agis, di sela-sela kegiatan.
Agis tidak hanya memberi arahan, tetapi juga ikut turun bersama masyarakat dan petugas di lokasi.
Agis terlihat terjun langsung mengangkut tumpukan sampah serta tanaman liar di sepanjang aliran Sungai Kali Mati Keroya. Tidak hanya dari darat, Agis juga tampak menaiki perahu untuk mengambil eceng gondok yang menjalar dan menutup permukaan aliran sungai.
Warga sekitar pun terlihat antusias dan saling bergotong royong membersihkan Kali Mati.
Kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan Jumat Bersih ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan fungsi sungai, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mencegah banjir kembali terjadi di wilayah tersebut.
BACA JUGA :12.533 Korban Banjir Belum Dapat Bantuan, Pemkot Cilegon Dorong Pencairan Buffer Stock Kebencanaan
Pihaknya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga fungsi sungai sebagai bagian penting dari sistem drainase alami kota. Ia menegaskan pentingnya kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak mendirikan bangunan di atas aliran sungai, serta rutin menjaga sungai dari tumbuhan liar.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga harus ikut menjaga sungai, karena dampaknya kembali ke kita semua. Jangan buang sampah ke sungai, jangan menutup aliran air, dan mari kita rawat bersama agar banjir tidak terus berulang,” tegasnya. (***)
















