BANTENRAYA.COM – Total 128 hektare sawah di Kota Cilegon terendam air saat banjir besar yang melanda Kota Cilegon pada Jumat 2 Januari 2026 lalu.
Rinciannya, 35 hektare sawah di Kelurahan Kedaleman, 12 hektare Kelurahan Cibeber, 30 hektare di Kelurahan Sukmajaya.
Kemudian, 40 hektare swah di kelurahan Panggungrawi,Kkelurahan Tamanbaru 8 hektare dan Kelurahan Lebak Denok 3 hektare.
BACA JUGA: Ini Deretan Smartphone yang Diprediksi Masuk Indonesia Awal 2026
Banjir akhirnya mengakibatkan bibit padi terendam hingga rusak membusuk dan sebagiannya terbawa arus.
Salah seorang petani Subandi mengatakan, dirinya terpaksa harus mengeluarkan modal lagi karena sebagain besar bibir rusak dan terbawa arus.
“Lagi masa pembibitan. Jadinya terbawa arus, terpaksa harus beli lagi buay bibit,” katanya, Kamis 8 Januari 2026.
BACA JUGA: Bukan Sekadar Tablet, Ini 7 Fitur iPad yang Sering Terlewat oleh Pengguna
Ia menjelaskan, petani tidak akan kapok meski ada gagal pada saat menanam. Para petani akan kembali mulai menanam bibit.
“Bagi petani sudah biasa. Bahkan, terbiasa gagal oanen juga kalau benar-benar petani tidak akan kapok,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cilegon Ridwan menyatakan, banjir merendam 128 hektare sawah petani karena luapan air yang sangat besar akibat intensitas hujan yanh tinggi.
“Kita akan lihat apa yang jadi kebutuhan petani. Misalnya benih nanti kita akan bantu. Bahkan akan berkoordinasi dengan pusat untuk stok benih jika kurang,” ucapnya. ***

















