Ia menyebut, tujuan besar program ini adalah meningkatkan kompetensi SDM pemerintah dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam pelaksanaan pembangunan. Semua upaya meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
“Tujuan dari kerjasama ini untuk meningkatkan hubungan kelembagaan dan peran perguruan tinggi dalam pelaksanaan pembangunan di Provinsi Banten melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, 12 perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Pemprov Banten, yaitu: Institut Kemandirian Nusantara Pandeglang, Universitas Winayah Mukti Bandung, Universitas Setia Budi Rangkasbitung, Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Institut Teknologi Indonesia Tangerang Selatan, Universitas Yatsi Madani Pandeglang, Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Banten Raya Pandeglang, Universitas Matlaul Anwar Pandeglang, Institut Teknologi Bandung, serta Universitas Kebangsaan Republik Indonesia Bandung.
Ditemui usai acara, Rektor Institut Teknologi Indonesia (ITI) Tangerang Selatan, Ir Sopiansyah Jayaputra menyebut, langkah ini sebagai momentum penting bagi dunia akademik untuk turut memastikan arah pembangunan daerah berjalan lebih tepat.
Ia menilai visi pemerintah daerah dan potensi keilmuan perguruan tinggi akan saling melengkapi.
“Dengan semangat ini maka MoU ini kita selenggarakan dalam rangka kolaborasi strategis antara pemerintah dengan mandat dan visi pembangunannya dengan perguruan tinggi dengan riset dan keilmuan serta SDM-SDM yang mempunyai keahlian masing-masing,” tuturnya.
“Sehingga keduanya bisa bersatu maka diharapkan Provinsi Banten akan bergerak lebih cepat dan lebih tepat sasaran,” kata Sopiansyah. ***

















