BANTENRAYA.COM – Limbah diduga bahan berbahaya dan beracun (B3) mirip bubuk pasir hitam menggunung di Lingkungan Temugiring, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.
Limbah itu sendiri menurut Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Cilegon sudah dibuang sejak lama.
Untuk memastikannya, pihak DLH Kota Cilegon sendiri masih melakukan uji laboratorium terhadap sampel limbah tersebut.
BACA JUGA: Info Lowongan Kerja di Wings Group Penempatan Tangerang, Terbuka untuk Fresh Graduate
Tidak hanya itu , DLH Kota Cilegon juga sudah memanggil 6 perusahaan yang memiliki jenis material yang sama dengan limbah tersebut.
Pantauan Bantenraya.com di lokasi, limbah tersebut sudah menggunung puluhan meter di Jalan Lingkungan Temugiring.
Tercium bau mirip oli di sekitara lokasi yang lokasinya diapit sejumlah pabrik.
BACA JUGA: PAW Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Pandeglang Belum Juga Digelar, Sekretariat Beri Penjelasan
Kepala DLH Kota Cilegon Sabri Mahyudin menyatakan, pihaknya masih menelusuri terkait limbah tersebut. Menurutnya, diperkiraan ada 50 ton material yang dibuang di sana.
“Kita nih sedang menelusuri sumbernya, salah satunya kita uji lab ya,” katanya, Rabu 19 November 2025.
Selanjutnya, papar Sabri, DLH Kota Cilegon juga sudah memanggil beberapa perusahaan untuk dimintai keterangan. Hak itu kaitannya karena memiliki material yang sama dengan jenis limbah.
“Terus kedua kita juga sudah memanggil beberapa industri untuk diminta keterangan. Yang dipanggil ada 6 (perusahaan),” ujarnya.
Sabri menyatakan, kendati sudah memanggil semua yang berkaitan namun pihaknya masih akan menunggu hasil dari uji laboratorium, sehingga nantinya bisa mengambil tindakan berdasarkan data yang valid.
“Belum ketahuan, kan labnya belum tuh, iya kita lihat,” ucapnya.
Termasuk, ujar Sabri, apakah tergolong limbah B3 atau tidak, itu akan bisa dibuktikan melalui hasil uji laboratorium.
“Sementara kita belum memastikan itu B3, tapi sedang kita uji lab dulu. Tapi kalau di daur ulang informasi dari teman-teman di luar daerah pabriknya,” ucapnya. ***
















