BANTENRAYA.COM – Taman Monumen Geger Cilegon yang berada di depan Alun-Alun Kota Cilegon telah diresmikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menjadi tempat nongkrong baru dengan nuansa belajar sejarah, tadi malam Selasa, 17 November 2025.
Peresmian turut dihadiri Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, Kepala Cabang Bank BJB Cilegon Ton Adriano, serta unsur Forkopimda Kota Cilegon dan Pejabat Esselon 2 di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon.
Diketahui, pembangunan Taman Monumen Geger Cilegon menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 300 juta.
BACA JUGA: Cara Matikan Status Online di Instagram, Biar Gak Ketahuan dan Tampak Offline
Dalam masa kepemimpinan Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo kini tengah gencar melakukan perbaikan di pusat wajah kota sekaligus menjadi tempat nongkrong baru untuk warga Kota Cilegon.
Terpantau di lapangan, selain terdapat kursi dan lampu hias, terdapat tulisan awal mula sejarah geger Cilegon di beberapa hiasan dinding.
Walikota Cilegon Robinsar mengatakan, revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali ingatan sejarah perjuangan rakyat Cilegon melawan penjajahan.
Kata dia, para anak muda di Kota Cilegon perlu mengetahui sejarah dari geger Cilegon.
“Selain bisa jadi tempat healing, bisa menjadi tempat edukasi belajar sejarah geger terutama para anak muda gen z atau yang lainnya nanti,” kata Robinsar kepada awak media malam tadi, Selasa 17 November 2025.
Ia turut mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu melakukan revitalisasi Taman Monumen Geger Cilegon terutama kepada Bank BJB yang membantu dalam CSR.
“Alhamdulillah atas dukungan seluruh pihak terutama Bank BJB, kita bisa membangun Taman Monumen Geger Cilegon ini jadi lebih cantik,” terangnya.
Ia mengungkapkan, revitalisasi monumen yang berdiri di pusat Kota Cilegon ini, tidak hanya memiliki nilai sisi estetika saja tetapi juga memperkuat fungsi monumen sebagai ruang edukasi sejarah.
Pihaknya melakukan revitalisasi ruang publik dan pusat wajah kota menyasar pada generasi muda di Kota Cilegon.
“Selain mempercantik kota, kedua meningkatkan kesadaran sejarah geger Cilegon untuk masyarakat kota cilegon terutama anak-anak muda di Cilegon,” ungkapnya.
Robinsar mengaku bangunan Taman Monumen Geger Cilegon juga ramah untuk para disabilitas dengan memperhatikan aspek aksesibilitas, seperti adanya penambahan guiding block untuk penyandang tuna netra.
“Taman ini bisa dikunjungi oleh siapapun termasuk disabilitas karena sudah ditambahkan seperti pemandu jalannya,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengajak kepada seluruh warga Cilegon untuk datang ke Taman Monumen Geger Cilegon sambil mempelajari sejarah geger Cilegon.
“Kita lahir sampai punya keluarga di Cilegon dan anak-anak muda jangan lupakan sejarah, kota ini hadir karena perjuangan. Yuk kita ingat sejarah kita,” ujarnya.
Fajar juga meminta kepada seluruh pengunjung yang datang ke Taman Monumen Geger Cilegon untuk dapat menjaga kebersihannya.
“Alhamdulillah tahap pertama sudah selesai, nanti tahap 2 akan dilengkapi lagi seperti lampu dan lain-lain. Jangan lupa juga jaga kebersihannya,” pungkasnya.


















