BANTENRAYA.COM – Berbagai event seperti konser atau fun run di Banten yang digelar secara besar-besaran, mayoritas tidak mempertimbangkan pengelolaan sampah yang baik hingga jadi sorotan Banten Wate Solution (BWS).
Founder BWS Doni Phasa Rahardian mengatakan, berdasarkan analisa sederhana yang dilakukan skema penanganan sampah yang dilakukan oleh para pengelola event biasanya langsung dibuang ke pembuangan akhir.
“Kalau ini terus berlanjut, dampaknya sampah akan membludak, dan akhirnya menjadi masalah jika harus di buang ke tempat pembuangan akhir, dan bisa 120 ton dalam setahun, ini baru event konser belum yang lain,” katanya kepada Bantenraya.com, Selasa 11 November 2025.
BACA JUGA: Boleh Nih, Yamaha NMAX Dapat Sejumlah Improvement, Harga Tetap Sama tapi Tampil Lebih Elegan
Menurutnya, penanganan sampah di berbagai event seperti konser dan lain sebagainya, di kawasan Banten perlu penanganan khusus sehingga dapat menjadi branding eco friendly.
“Dan memang jika kami perhatikan selalu saja sampah plastik maupun organik selalu berserakan usai event, ini perlu menjadi perhatian. Jangan hanya menikmati keseruan saja tapi lupa untuk menjaga lingkungan,” ucap Doni.
Pihaknya menawarkan skema event management waste (EWM), dengan mengelola sampah dari awal event dilaksanakan sampai dengan selesai.
“Kita pastikan dari hulu sampai ke hilir dari A sampai Z terkait dengan sampah akan terkelola dengan baik,” tuturnya.
Doni menjelaskan, sebelum agenda event dimulai, pihaknya akan menentukan jumlah area tempat sampah yang menjadi titik lokasi yang berpotensi banyak tertimbun sampah.
“Setelah ditentukan, memang kami akan siapkan dua orang untuk bertugas agar memberikan edukasi memilah antara sampah organik dan non organik. Termasuk ada tim yang bertugas melakukan pengecekan ke tiap titik,” papar Doni.
Pada saat event berlangsung para petugas juga akan langsung melakukan pengiriman sampah ke mobil yang disediakan, di area luar event.
“Sebelum sampai penuh, selanjutnya akan diganti dengan tempat sampah yang baru, kalau skala biasa tempat sampah yang digunakan ada dua dan kalau skala internasional biasa ada tiga jenis,” cakapnya.
Selanjutnya, pada tahapan akhir, sampah plastik yang dihimpun akan dicacah dan digunakan sebagai material yang akan di kirim ke pengepul untuk membuat paving blok dan sebagainya. Sedangkan sampah organik dibuat pupuk sejenis.
“Dengan demikian, tidak ada sampah yang terbuang langsung ke TPA, dan bisa meredam persoalan sampah dengan jumlah besar ini,” katanya.
Pihaknya juga tidak mematok besaran biaya untuk berkolaborasi dengan penyelenggara event, dan akan disesuaikan dengan besaran event yang digelar.***

















