BANTENRAYA.COM – Kemacetan parah akibat operasional truk tambang di wilayah Bojonegara–Pulo Ampel, Kabupaten Serang, kembali menuai protes adri warga dan pelaku usaha.
Pada Selasa 21 Oktober 2025, sejumlah warga dan pelaku industri dari dua kecamatan tersebut menyampaikan keluhan kepada DPRD Provinsi Banten.
Warga dan pelaku usaha menilai kondisi jalan saat ini tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi dan industri, tapi juga merugikan masyarakat secara luas, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan.
BACA JUGA: Drama Korea Would You Marry Me Episode 5 dan 6 Sub Indo: Jadwal Tayang Disertai Spoiler
Mereka pun menuntut agar dilakukan pelebaran jalan di wilayah Bojonegara–Pulo Ampel agar aktivitas warga dan dunia industri tidak terganggu akibat lalu lalang truk-truk tambang yang setiap hari melintasi jalan tersebut.
Mereka menuntut pelebaran jalan menjadi dua lajur dengan masing-masing dua jalur.
“Selain pembatasan jam operasional, pelebaran jalan juga sudah harus dilakukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat,” ujar Taufik, warga Pulo Ampel.
BACA JUGA: Cara Daftar BLT Rp900 Ribu Kemensos Auto Cair Oktober 2025, Cuma Modal HP Lolos Verifikasi
“Apalagi di daerah itu banyak penambang serta industri. Sehingga jika dibiarkan kondisinya seperti ini, maka masyarakat sekitar yang akan sangat dirugikan,” katanya.
Taufik juga menyoroti lemahnya kontribusi sektor tambang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) meski eksploitasi sumber daya alam cukup masif.
Ia mempertanyakan pengelolaan kekayaan alam yang dinilai tidak memberikan manfaat signifikan bagi warga sekitar.
“Lingkungan kami rusak. Kalau hujan, banjir. Coba sekali-kali turun ke lapangan melihat langsung kondisi di lapangan. Kalau nunggu regulasi dulu, satu tahun lagi,” tuturnya.
“Padahal dari dulu sudah direncanakan ada pelebaran menjadi dua jalur empat lajur, tapi sampai sekarang masih omon-omon saja, sedangkan pengerukan sumber daya alam di sana terus berlanjut,” keluhnya.

















