BANTENRAYA.COM – Politikus Golkar Dedi Mulyadi ikut berkomentar soal peristiwa viral Baim Wong yang mengusir Kakek Suhud.
Menurut Politikus yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Dedi Mulyadi, Baim Wong kedepannya harus berhati-hati dalam mengunggah sebuah peristiwa untuk dijadikan konten.
Hal itu, papar Dedi Mulyadi karena ada penilaian baik dan buruk dari netizen. Bagi yang suka akan membela dan bagi yang tidak suka akan mencerca.
Baca Juga: Temui Pendemo Program Penanganan TPAS Cilowong, Simak Jawaban dari Sekda Kota Serang Ini
Dikutip Bantenraya.com dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kamis 14 Oktober 2021, Dedi mengungkapkan jika kedepannya Baim Wong harus menahan diri.
Sikap spontanitas dan sikap agak emosi harus dihilangkan.
“Lalu berikutnya kedepan lebih berhati-hati dalam memposting peristiwa, belum tentu niat baik, publik menilainya baik,” ujarnya.
“Karena hidup ini ada dua, yang suka membela yang tidak suka pasti mencerca,” ucapnya dalam video berdurasi 18 menit 35 detik itu.
Dedi menilai, ada dua hal yang terjadi kasus video viral tersebut.
Pertama, Baim Wong kesal karena diikuti orang tua dengan motor, sehingga timbul perasaan tidak nyaman.
Baca Juga: TKA China di Indonesia Hanya Jadi Buruh Biasa, Faisal Basri: Gaji Mereka Rp17 Juta sampai Rp54 Juta
Lalu kedua, karena Baim masih muda lalu tingkat kelelahan tinggi sehingga emosi yang keluar.
“Apa yang terjadi itu pertama kesal dan ada perasaan tidak nyaman karena diikuti, berikutnya setelah santai bapak itu minta uang,” katanya
“Jadi karena masih muda menyampaikannya emosi dan dia tingkat kelelahannya tinggi,” ucapnya.
Baca Juga: Walikota Cilegon Ingin Buat Jalur Khusus Pesepeda, Netizen: Kalau Jalur Protokol Saja Bolong-bolong
Dalam video tersebut lantas Dedi juga bercerita, jika dirinya pernah mengalami konteks peristiwa yang sama.
Ia pernah juga menemukan orang tua yang menggunakan kursi roda dan meminta-minta.
Karena iba dirinya lantas menolong dengan menyiapkan kebutuhan sehari-hari, memberikan peluang kerja dan modal pada anaknya. Namun, karena itu dijadikan komoditas maka dirinya marah.
Baca Juga: Gawat! Stok Darah di PMI Kota Cilegon Hanya Tinggal 5 kantong Saja
“Konteks peristiwanya sama. Jadi kita harus banyak belajar,” imbuhnya.
Dedi menyampaikan, peristiwa itu harus diambil hikmah oleh semuanya. Baim bisa mengoreksi diri, sementara Kakek Suhud mendapatkan banyak bantuan.
Bahkan, ada keuntungan juga yang diambil beberapa orang dari peristiwa itu dengan membuat konten dan lainnya.
“Semua mendapatkan hikmah, ada keuntungan dari peristiwa itu,” pungkasnya. ***



















