BANTENRAYA.COM – Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Cilegon meminta kepada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah atau Dinkop UKM Kota Cilegon untuk mengejar target program pinjaman modal untuk UMKM.
Ketua Komisi 3 DPRD Kota Cilegon Ruaniyah mengatakan, DinkopUKM Kota Cilegon perlu mengoptimalkan dalam mengejar target 20 persen kekurangan dari program pinjaman modal dengan bunga nol persen tersebut.
“Ada program pinjaman nol persen sudah terealisasi 80 persen tapi masih ada sedikit sisa yang belum terserap 20 persen, itu perlu dioptimalkan,” kata Ruaniyah kepada Banten Raya di Kantor DinkopUKM Kota Cilegon pada Jumat, 1 November 2024.
Ruaniyah menyampaikan, DPRD Kota Cilegon akan membantu DinkopUKM Kota Cilegon dalam mengejar target untuk terealisasinya program pinjaman modal dengan bunga nol persen tersebut.
Baca Juga: Proyek JLU Kota Cilegon Jadi Isu Hangat di Debat Pilkada 2024, Ini Pendapat Pasangan Calon Walikota
“Insha Allah kita saling membantu untuk mencapai program yang sedikit sisa belum terserap itu. Kita bisa membantu untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat seperti terkait permodalan dan lain-lain,” sambungnya.
Masih kurangnya terealisasi program pinjaman nol persen tersebut, kata dia, perlunya penyebaran informasi secara meluas dan merata kepada masyarakat.
“Perlu ada informasi promosikan lagi kepada masyarakat terkait dengan program dari Pemkot untuk saling membantu, kita saling bantu,” katanya.
Ia berharap, DinkopUKM Kota Cilegon dapat mengejar 20 persen tersebut dalam dua bulan terakhir di tahun 2024 ini.
Baca Juga: Spoiler Doubt Episode 6 Sub Indo Full Movie: Identitas Si Pria Misterius Berhelm Terungkap?
“Kita inginnya terealisasi 100 persen ya, kita harus optimis itu bisa terkejar supaya dapat membantu masyarakat. Kita optimalkan dua bulan terakhir ini ya,” harapnya.
Menurutnya, DinkopUKM Kota Cilegon kedepannya untuk dapat melakukan pemasaran mengenai UMKM lebih luas kembali kepada masyarakat Kota Cilegon.
“Yang belum terealisasi itu perlu di maksimalkan penyebaran informasinya kepada masyarakat. Mungkin ada yang belum tahu mengenai program itu, kalau tahu mungkin masyarakat juga perlu bantuan ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala DinkopUKM Kota Cilegon Didin S Maulana mengungkapkan, mengenai pemasaran produk UMKM dari Pemkot Cilegon telah menyiapkan pengembangan market place.
“Kita sudah ada 220 UMKM yang telah di survey, di tahun 2024 ini kita coba membuat pasar online dan mau ada pengembangan market place juga yang dapat di akses masyarakat,” ungkapnya.
Kata dia, dari DPRD Kota Cilegon menyarankan untuk Kota Cilegon memiliki pusat oleh-oleh yang dipasarkan dari hasil produk UMKM binaan Pemkot melalui Dinkop UKM Kota Cilegon.
“Ada sarannya juga untuk memasarkan produk UMKM selain di Pemkot, inginnya disiapkan pusat oleh-oleh di JLS itu untuk pusat pemasaran UMKM,” ujarnya.***














