BANTENRAYA.COM – Pengamat Politik The Sultan Center Edi M Abduh mengatakan Kota Cilegon butuh dengan kepemimpinan transformasional.
Dimana karakteristik kepemimpinan transformasional ini akan mampu melakukan akselerasi pembangunan di berbagai bidang khususnya di Kota Cilegon.
kepemimpinan transformatif sendiri yang dinilai cocok pimpin Kota Cilegon ini bukan saja mengharuskan seorang pemimpin memiliki kemampuan teknokratik soal pemerintahan.
Baca Juga: Meraba Sosok Pendamping Helldy Agustian di Pilkada Cilegon 2024, Siap Diumumkan Pekan Depan?
Namun juga mampu memiliki seni kepemimpinan dalam mengelola emosional dan berbagai lainnya.
Selanjutnya, kepemimpinan itu juga harus mampu memberikan ruang inovasi kepada bawahan untuk berkereasi.
“Tidak lagi mengandalkan perintah tapi membagi distribusi peran,” kata Edi M Abduh, Sabtu 6 Juli 2024.
Baca Juga: Joki Strava Merajalela, Profesi yang Muncul untuk Mereka yang Gila Validasi Eksternal Alias FOMO
Edi menjelaskan, setidaknya ada 5 ciri dalam karakteristik kepemimpinan tranfosmasional. Pertama menciptakan visi menjadi realita. Kedua Membuat yang laten menjadi nyata.
Ketiga menginspirasi konstituen untuk dapat bersinergi. Keempat, menguatkan ikatan emosional dan kelima memiliki integritas yang tinggi.
“Kelimanya itu menjadi hal yang harus dilakukan. Misalnya yang tersembunyi atau laten harus jadi nyata dalam pemerintahan,” ungkapnya.
“Tidak ada lagi ruang celah negoisasi dan gratifikasi dalam pelayanan karena semuanya harus nyata,” ujarnya.
Sesuatu yang harus dilakukan juga, papar Edi, adalah membangun transformasi pelayanan digital yang kuat dan transparan.
“Sudah eranya, digitalisasi pelayanan harus mampu dilakukan agar pelayanan semakin efektif dan efisien. Tidak lagi ada diruang-ruang tersembunyi,” ujarnya.
Visi yang disampaikan, tegas Edi, harus dibuat menjadi realitas. Jangan sampai visi itu malah tidak bisa diwujudkan.
“Ini penting mengubah visi menjadi realitas. Karena itu akan menjadi kuncinya,” ujarnya. ***
















