BANTENRAYA.COM – Memasuki musim kemarau, produksi air baku Perusahaan Umum Daerah Air Minum atau Perumdam Tirta Madani Kota Serang akan terdampak kekeringan.
Kondisi itu terjadi karena Sungai Cibanten telah dilakukan pemeliharaan dan pelebaran yang dilakukan oleh BBWSC3, sehingga bertambah lebar yang akhirnya level air menjadi menurun.
Selain itu, bendungan karet milik Perumdam Tirta Madani Kota Serang pun sudah tidak bisa operasional secara maksimmal.
Baca Juga: Dokumen C Hasil Hilang di 20 TPS, DPP Partai Demokrat Ancam Pidanakan KPU Kota Serang
Imbasnya pipa Perumdam Tirta Madani Kota Serang untuk masuk ke idel pengolahan akhirnya tergantung, apabila pada saat musim kemarau.
Direktur Perumdam Tirta Madani Kota Serang M. Arif Setiawan mengatakan, kendala tersebut mengakibatkan produksi air tidak bisa maksimal.
“Tahun 2023 lalu kami tidak bisa produksi dari mulai bulan September sampai Desember, karena musim kemarau,” ujar Arif, kepada Banten Raya, Kamis 4 Juli 2024.
Baca Juga: Kejari Terima Berkas SPDP Pembunuhan Akibat Geber Motor di Pandeglang, Dua Jaksa Ditunjuk
Ia mengatakan, mendekati musim kemarau tahun ini air baku yang ada di level Sungai Cibanten mulai surut.
“Jadi kami untuk pagi sampai sekitar jam 12 siang, kami tidak bisa mengolah langsung dari air sungai, dan pada siang hari baru kami baru bisa mengolah,” kata dia.
“Jadi dengan kondisi pada saat ini pada tahun sekarang mulai masuk untuk musim kemarau kami pun sudah mengalami kerepotan di dalam air baku tersebut,” imbuhnya.
Baca Juga: Muhadjir Effendy Dukung Mahasiswa Bayar Kuliah Pakai Pinjol, Begini Alasannya
Ia juga menuturkan, kondisi semakin sulit tatkala bendungan karet yang ada di Sungai Cibanten tidak beroperasi maksimal.
“Kami tidak produksi pada saat itu mulai adanya perbaikan sungai sementara musim kemarau, ditambah dengan bendungan karet yang ada di Sungai Cibanten tidak beroperasi optimal,” ucap dia.
Arif mengaku tidak bendungan karet tidak beroperasi maksimal sudah dilaporkan kepada Pemkot Serang.
Baca Juga: Terdampak Reklamasi, Pendapatan Nelayan Bojonegara Turun Drastis
“Pemerintah Kota Serang juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak BBWSC3. Sudah mengusulkan perbaikan terhadap bendungan karet tersebut,” akunya.
Ia mengungkapkan, pada saat tidak bisa mengolah air baku secara otomatis pelayanan untuk pelanggan di wilayah Kecamatan Kasemen pun tidak maksimal.
“Pelanggan di Kecamatan Kasemen yang dilayani dari WTP Banten itu sekitar 1.500 sambungan, akhirnya tidak maksimal ketika di WTP Banten kering tidak bisa produksi. Kami suplai dari PT SBS, namun tidak maksimal,” ungkap Arif.
Baca Juga: Penyerapan Pupuk Minim, Pemprov Diminta Terjunkan Satgas
Ketika Perumdam Tirta Madani Kota Serang tidak bisa produksi dan mengalami kekeringan di wilayah Kecamatan Kasemen, pihaknya bekerjasama dengan BPBD Banten untuk peminjaman kendaraan tangki air.
“Kami pinjam kendaraan tangki air, dan kami bantu kepada masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih di wilayah Kasemen. Itu upaya-upaya yang telah dilakukan,” katanya.
Arif berharap dari stakeholder bisa membantu terhadap kondisi tersebut.
Baca Juga: Dinilai Berdampak pada Karir ASN, Kekosongan 12 Jabatan Eselon II di Pemprov Banten Menuai Kritik
“Jadi untuk kondisi air baku seperti itu. Mudah-mudahan dari stackholder agar bisa membantu terhadap kondisi ini,” katanya. ***
















