BANTENRAYA.COM – Perhelatan MTQ Kota Cilegon yang dilakukan pada awal Mei 2024 lalu masih menempatkan Kecamatan Cilegon paling buncit.
Posisi tersebut membuat Kecamatan Cilegon tidak beranjak posisinya sama dengan MTQ 2023 lalu yakni posisi 8 atau atu paling akhir.
Hal tersebut mengindikasikan tidak adanya pembinaan serius dari para pemangku kebijakan, khususnya kecamatan dalam melakukan pembinaan.
Baca Juga: Sunendi Pemburu Badak Jawa Hadapi Sidang Vonis, Warga Pandeglang Desak Hukuman Berat
Padahal, anggaran seleksi tilawatil quran (STQ) dari tingkat kelurahan hingga kecamatan sudah dikucurkan penuh.
Pada 2024 anggaran STQ kelurahan sendiri mencapai Rp60 juta per kelurahan, atau naik 50 persen dari sebelumnya hanya Rp40 juta per kelurahan.
Namun, anggaran sebesar Rp60 juta untuk seleksi tidak mampu membuahkan hasil.
Baca Juga: Satlantas Polres Pandeglang Tunggu Kendaraan Uji Penerbitan SIM C1
Salah satu pejabat di Kecamatan Cilegon yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, jika persiapan yang dilakukan tidak serius untuk meraih prestasi di MTQ.
“Biasanya sudah ada proteksi kafilah karena pasti menjadi rebutan kecamatan lain. Tapi itu tidak dilakukan,” jelasnya, Selasa 4 Juni 2024.
Ia menyampaikan, para kafilah tentu saja memilih kecamatan yang lebih jelas kompensasinya dibanding ke Kecamatan Cilegon.
Baca Juga: Diduga Tertimbun Limbah Tambang, Sungai Cidahu di Kabupaten Lebak jadi Dangkal
“Ada tawaran yang lebih jelas dan memilih pindah itu realistis,” jelasnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon Rahmatullah menjelaskan, mengakui masih belum adanya keseriusan dalam STQ. Terlebih soal penerapan aturan MTQ, misalnya penggunaan stand mik.
“Nanti kami sampaikan kepada Ketua Umum LPTQ (Lembaga Pembinaan Tilawatil Quran) dan Ketua Harian LPTQ serta akan menjadi pembahasan pada raker (rapat kerja) LPTQ tingkat kota,” jelasnya.
Baca Juga: Pelayanan Kurang Memuaskan, Komisi V DPRD Banten akan Panggil BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang
Rahmatullah juga menitik beratkan agar STQ menjadi ajang pembinaan yang serius, terutama dalam menggali potensi lokal yang ada dengan kebutuhan wilayahnya. Artinya dalam pelaksanaan juga harus sesuai standar.
“Masukan Kesra ke depan agar lebih kepada pembinaan kepada masyarakat sesuai wilayahnya karena kalau pelaksanaan STQ untuk barometer apa yang telah dilakukan selama pembinaan oleh unit LPTQ kelurahan,” paparnya.
Berikut jumlah medali yang diraih Kecamatan Cilegon pada MTQ kemarin:
Baca Juga: Modus Pura-Pura Pilih Barang, Emak-Emak Berkacamata Curi Gelang Emas di Pasar Rau
1. Tilawah Anak-anak Terbaik I
2. Qiraat Al Quran Mujawwad Terbaik III
3. Qiraat AL Quran Murottal Remaja Terbaik III
4. Hafalan Quran 1o Juz terbaik III
5. Syarhil Qur’an Terbaik II
6. Tafsir Al Quran Bahasa Indonesia Terbaik III
7. Karya Tulis Al Quran Ilmiah III
8. Kaligrafi Dekorasi Terbaik II
9. Qiroatul Kutub Wustho Terbaik I. ***

















