BANTENTAYA.COM – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (KOJK) Jabodebek dan Provinsi Banten, mencatat nilai pinjaman online (pinjol) warga Banten terus bertambah.
Tercatat, pada Februari 2024 nilai pinjol warga Banten mencapai Rp5,07 triliun naik sebesar 15,72 persen dibandingkan bulan Februari 2023 sebesar Rp4,38 triliun.
Kepala KOJK Jabodebek dan Banten Roberto Akyuwen mengatakan, dari sisi jumlah rekening penerima pinjaman aktif turun dari 1,7 juta rekening menjadi 1,2 juta rekening pada Februari tahun 2023.
“Kinerja fintech peer to peer (P2P) lending di Provinsi Banten selalu mengalami peningkatan setiap bulan maupun secara tahunan,” kata Roberto dikutip Bantenraya.com dalam keterangan tertulis, Senin 29 April 2024.
Roberto melanjutkan, untuk tingkat penyelesaian hutang di Provinsi Banten, tercatat tingkat wanprestasi (TWP) 90 mengalami peningkatan dari 2,36 persen menjadi 2,61 persen.
Baca Juga: DPD REI Banten Genjot Perumahan Subsidi Awal Tahun, Usaha Kilang Kayu Kebanjiran Orderan
“Angka ini juga masih tetap terjaga dengan baik karena masih berada dibawah 5 persen,” paparnya.
Sejalan dengan bertambahnya hutang pinjol warga Banten, perusahaan pembiayaan mencatatkan juga pertumbuhan piutang pembiayaan di Provinsi Banten sebesar 11,57 persen secara tahunan dari Rp28,51 triliun pada Februari 2023 menjadi sebesar Rp31,81 triliun pada Februari 2024.
“Dan kualitas pembiayaan melalui non performing financing NPF sebesar 2,49 persen yang juga masih terjaga di bawah threshold sebesar 5 persen,” ucapnya
Jika dibandingkan dengan Jakarta, kinerja (P2P) lending di DKI Jakarta pada outstanding pinjaman atau jumlah pinjaman beredar mengalami kontraksi sebesar mines 3,68 persen secara tahunan, dengan kualitas pinjaman atau TWP 90 Februari 2024 untuk DKI Jakarta sebesar 3,09 persen.
“Adapun untuk jumlah utang Pinjol warga Jakarta terus mengalami penurunan dari Februari 2023 sebesar Rp11,13 triliun menjadi Rp10,72 triliun,” ujar Roberto.
Dalam rangka meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat di Provinsi DKI Jakarta dan Banten, KOJT bersama stakeholders terkait lainnya secara rutin menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan.
“Sampai dengan tanggal 29 Februari 2024, KOJT telah melaksanakan 2 kegiatan edukasi keuangan, dimana di sepanjang tahun 2024, KOJT akan melaksanakan 20 kegiatan edukasi yang ditargetkan kepada masyarakat daerah 3T yakni terdepan, terluar, dan tertinggal, sosialisasi diberikan kepada petani dan nelayan, penyandang disabilitas, pelaku UMKM dan pelajar atausantri,” kata Roberto.***














