BANTENRAYA.COM– Sejumlah pemuda asal Kabupaten Lebak mengeluh akan susahnya mengakses data di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak. Pasalnya, saat melakukan pencarian para pemuda masih menemukan data yang kurang lengkap.
Yovi Maulana, pemuda asal kecamatan Sajira mengeluh akan susahnya mencari data mengenai jumlah tenaga kesehatan dan jumlah masyarakat Lebak berdasarkan latarbelakang pendidikan
“Jadi kemarin saya nyari data tentang kesehatan di Lebak datanya susah, bahkan jumlah tenaga kesehatan saja di setiap kecamatan kosong, padahal teman saya yang kuliah dan bekerja di instansi Kesehatan di Lebak banyak,” kata dia kepada Bantenraya.com, Minggu 17 Maret 2024.
Baca Juga: Waspada Pencuri Ternak Saat Shalat Tarawih, 3 Ekor Kerbau Milik Warga Digasak Maling
Yovi menjelaskan, ketidaklengkapan data dikhawatirkan karena tidak tau cara mencari data data yang baik dan benar.
“Saya juga tidak tahu, takutnya saya yang salah, takutnya saya yang tidak bisa baca data, atau mungkin data tersebut bersifat privasi,” tandasnya.
Yovi berharap, apabila susahnnya mencari data disebabkan oleh tidak lengkapnya data dari badan pusat statistik kabupaten Lebak, BPS Lebak bisa lebih baik lagi, bisa lebih lengkap lagi dalam menyajikan data.
Baca Juga: Bawa Sajam dan Hendak Tawuran, 5 Pelajar di Kabupaten Serang Diamankan Polisi
“Saya berharap BPS bisa menjadi rujukan dan pusat data, kekosongan kekosongan data ini semoga tidak terjadi lagi dalam Kebupaten Lebak Dalam Angka di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.
Sementara itu, pemuda asal Gunungkencana, Angga memiliki pengalaman yang sama. Angga menyebut bahwa ia juga kesusahan dalam mengakses data data tentang Lebak di BPS.
“Tidak hanya soal kesehatan dan pendidikan, sebagai anak petani, data lengkap mengenai luas daerah perkebunan juga juga tidak ada,” ujar dia.
Baca Juga: Baznas Banten Naikan Target Penerimaan Zakat Fitrah Jadi 500 Juta
Angga juga heran kenapa BPS tidak bisa menyajikannya data publik, padahal tugas BPS Membantu kegiatan statistik di kementrian, lembaga pemerintah atau institusi lainnya, dalam membangun sistem perstatistikan nasional.
“BPS itu, data primer yang sering di jadikan acuan untuk penelitian dan juga merupakan informasi publik seharusnya data tersebut bisa disajikan dengan lengkap dan transparan agar memudahkan masyarakat dalam melihatnya aneh saja masa di Lebak tidak ada tenaga kesehatan, enggak ada luas perkebunan,” pungkasnya.
Saat berita ini ditulis Bantenraya.com, masih berusaha untuk mengonfirmasi kepada BPS Lebak, pihak BPS yang dihubungi sedang tidak aktif. ***
















