BANTENRAYA.COM – Tebing setinggi 8 meter dengan lebar 3 meter longsor di Kampung Pasir Picung, RT 016 RW 004, Desa Cibarani, Kecamatan Cisata pada Minggu 17 Maret 2024.
Akibat kejadian tersebut, dua unit rumah warga Kampung Pasir Picung terdampak longsoran tanah.
Kepala Desa Cibarani, Cecep Muhidin membenarkan, peristiwa longsor terjadi pukul 08.00 pagi. Saat kejadian wilayah Desa Cibarani diterang hujan disertai angin.
Baca Juga: GRATIS! 15 Link Download Gambar Bergerak Selamat Berbuka Puasa Ramadhan 2024 yang Unik dan Lucu
“Penyebab kejadian hujan deras sama angin kencang, ditambah kondisi struktur tanah yang labil,” kata Cecep.
Cecep memastikan, tidak ada korban jiwa pada peristiwa tanah longsor. Namun menyebabkan dua rumah warga terkena longsoran tanah.
“Alhamdulillah gak ada korban jiwa, cuma tanahnya kena rumah warga, posisi tebing berada di sebelah rumah warga,” jelasnya.
Baca Juga: Buruan Daftar! 4 Jabatan Kepala OPD Dilelang, Cek Persyaratannya di Sini
Kata Cecep, tanah yang sempat menutupi bangunan rumah warga sudah dibersihkan. Warga diimbau untuk menjauhi lokasi tebing, khawatir terjadi longsor susulan.
“Sudah kami bersihkan, warga pada gotong royong dibantu sama dari petugas kebencanaan. Sekarang kondisinya aman, tapi warga tetap waspada, kondisi masih hujan angin,” ujarnya.
Untuk mencegah longsor susulan, kata Cecep, desanya sudah mengusulkan bantuan tembok penahan tanah kepada pemerintah daerah. Diharapkan bantuan tersebut terealisasi.
Baca Juga: Bank Banten Gandeng PLN UID Banten Dorong Ekonomi, Lewat Pengurangan Karbon
“Kami harapkan bantuan pengedaman atau beronjong. Semoga segera terwujud,” harapnya.
Camat Cisata, Asep Setia Permana mengatakan, tebing yang longsor di Kampung Pasir Picung, RT 016 RW 004, Desa Cibarani terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan tanah terkikis.
“Penyebabnya hujan yang terus menerus mengakibatkan tanah longsor. Tanah yang longsor sudah dibersihkan. Intinya kami imbau warga untuk menjauhi lokasi tebing,” imbuhnya. ***

















