BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota atau Pemkot Serang kecewa usulan bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Banten tidak sesuai ekspektasi.
Pemkot Serang mengusulkan bankeu Pemprov Banten tahun 2023 mencapai Rp 100 miliar, namun yang direalisasikan hanya 25 persen.
Berkurangnya bankeu Pemprov Banten yang hanya 25 persen, berimbas pada pembangunan di Kota Serang.
Kekecewaan ini disampaikan Staf Ahli Walikota (SAW) Bidang Pembangunan dan Keuangan Setda Kota Serang Muhammad Ibra Gholibi.
Muhammad Ibra Gholibi mengatakan, usulan Bankeu Provinsi Banten tahun 2023 mencapai ratusan miliar, namun Pemkot Serang hanya mendapatkan 25 persennya saja.
“Kami sempat kecewa karena memang usulan awal Rp 100 miliar, tapi dapatnya Rp 25 miliar,” ujar Muhammad Ibra Gholibi, kepada Bantenraya.com, Selasa 6 Februari 2024.
Baca Juga: Mantan Ketua RW Berkontestasi di Pemilu 2024, Wijaya Fasa Siap Bersaing Rebut Kursi DPRD Kota Serang
Ibra mengaku pihaknya agak kesulitan untuk melakukan pembangunan di Ibukota Provinsi Banten.
“Sehingga kita agak kesulitan untuk membagi pos-pos mana, sedangkan kita ingin mengubah wajah Kota Serang lebih baik,” ucap dia.
Menurut Ibra, anggaran Bankeu Provinsi Banten sebesar Rp 25 miliar itu hanya dialokasikan untuk dua organisasi perangkat daerah (OPD) saja.
Pertama untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang sebesar Rp 20 miliar, dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Serang sebesar Rp 5 miliar.
“Anggaran Rp 20 miliar itu kami membangun pedestrian di Alun-alun salah satunya, sehingga aspirasi masyarakat Kota Serang yang lain pun sempat tertunda,” tuturnya.
Ibra berharap Bankeu Provinsi Banten tahun 2024 nilainya besar dari tahun 2023.
Baca Juga: Seleksi Dirut PDAM CM Libatkan BIN hingga Rekam Jejak Ditelusur, Calon Internal Paling Dijagokan
“Harapan kami nilainya lebih dari tahun 2023, sehingga kami bisa melakukan penataan dan pembangunan di Kota Serang,” kata Ibra.
Kabid Perumahan DPKP Kota Serang Iphan Fuad mengatakan bahwa Bankeu Provinsi Banten tahun 2023 sebesar Rp 5 miliar untuk kegiatan pembangunan di dua perumahan di Kota Serang.
“Untuk kegiatan di Puri Anggrek bantuan provinsi turun sekitar 5 miliar. Dibagi dua bidang perumahan 2 miliar dan bidang Perkim 3 miliar,” tuturnya.
“Sehingga hanya dua kegiatan sehingga tidak sesuai ekspektasi,” ungkap Iphan Fuad.
Iphan juga berharap anggaran Bankeu Provinsi Banten tahun 2024 lebih besar dari tahun sebelumnya.
“Kami juga memohon karena ada bidang Perkim. Karena ada penanganan kawasan kumuh di Cipocok dan Taktakan 14 hektare. Semoga bisa mendorong ke Perkim Provinsi agar ke depan anggarannya bisa didorong,” harap dia.
Baca Juga: Tiga Kecamatan di Kabupaten Pandeglang Belum Terima Logistik Pemilu 2024
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Ina Linawati mengatakan, tahun 2024 besaran Bankeu Provinsi Banten untuk Kota Serang sebesar Rp 16 miliar.
Namun, kata dia, pihaknya masih menunggu surat informasi pemberitahuan kepada Pemkot Serang secara resminya.
Ina Linawati berharap Bankeu Provinsi Banten ditambah, karena Kota Serang sebagai Ibukota Provinsi Banten yang merupakan etalase Provinsi Banten.
Baca Juga: Promo Pemilu DatascripMall.ID, Ada Diskon 50 Persen hingga Voucher Belanja Gratis
“Harapannya kami ingin mendapatkan lebih besar barangkali untuk bantuan keuangan dari provinsi,” ucap Ina Linawati.
“Karena kita ketahui bersama bahwa kemampuan kapasitas keuangan Kota Serang masih sangat ketergantungan pada dana transfer. Dana dari pusat baik dari pusat maupun dari provinsi,” tandasnya.
Ina Linawati menuturkan, ada beberapa hal usulan yang disampaikan kepada anggota DPRD Provinsi Banten Dapil Kota Serang.
Baca Juga: Prediksi Ending A Shop For Killers Episode 8, Bakal Banyak Plot Twist, Jung Jin Man Masih Hidup?
Beberapa usulan itu pembangunan drainase, penataan jalan-jalan kewenangan provinsi, dan median jalan.
“Agar Kota Serang ini sebagai etalase Provinsi Banten barangkali ini jadi lebih indah dan nyaman,” tutur Ina Linawati. ***


















