BANTENRAYA.COM – Penjabat atau Pj Walikota Serang Yedi Rahmat menangis di hadapan pejabat dan warga Kota Serang.
Yedi Rahmat mendadak menangis, lantaran sedih masih banyak anak warga Kota Serang menderita gizi buruk dan stunting.
Isak tangis Yedi Rahmat pecah saat menghadiri acara pemberian bantuan kepada balita gizi buruk dan stunting di Aula Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa 16 Januari 2024.
Sebelum menyampaikan sambutan Yedi Rahmat mengawali dengan mengucapkan kalimat istighfar sebanyak tiga kali.
Baca Juga: Profil Erfin Dewi Sudanto, Sosok yang Sedang Viral Karena Nekat Jual Ginjal Demi Biaya Kampanye
Kalimat istighfar ia ucapkan sebagai bentuk mohon ampun kepada Allah SWT, sekaligus memohon pertolonganNya, karena kaget melihat anak-anak warga Kota Serang menderita gizi buruk.
Mendadak Yedi Rahmat pun menangis karena tak kuasa menahan sedih yang amat dalam.
Sambutan Yedi Rahmat pun sempat terhenti beberapa detik.
Yedi Rahmat mengusap kedua mata dan hidungnya yang basah dengan sehelai tisu yang berada di depannya.
Baca Juga: Kebutuhan Darah di PMI Pandeglang 1.000 Kantong Per Bulan, Baru Tersedia Segini
“Saya sedikit sedih melihat dua anak (gizi buruk) ini,” ujar Yedi Rahmat, dalam sambutannya.
Yedi Rahmat mengaku bersedia menjadi orang tua asuh bagi anak-anak penderita gizi buruk di Kota Serang.
“Kami selaku Pj Walikota Serang akan menjadi orang tua asuh,” ucapnya.
Yedi Rahmat mengaku akan menyisihkan sedikit rejekinya untuk membantu anak-anak penderita gizi buruk dan stunting.
Baca Juga: Tarif Sewa Alun-alun Pandeglang Dinilai Ambigu, Bikin Pedagang Kecil Menjerit
“Setiap bulan mungkin kami akan menyisihkan rezeki untuk dua anak itu. Semoga apa yang kita niatkan, kita laksanakan ada keberkahan dari Allah SWT,” tutur Yedi Rahmat.
Yedi Rahmat pun mengajak kepada seluruh aparatur sipil negara atau ASN di lingkungan Pemkot Serang untuk menjadi orang tua asuh.
“Mudah-mudahan yang hadir di sini mau menjadi orang tua asuh. Kami tekankan kepada ASN harus menjadi orang tua asuh,” kata dia.
Semua ASN Kota Serang harus jadi orangtua asuh. Minimal satu orang menjadi orangtua asuh, agar program pemerintah pusat bisa kita laksanakan dengan baik, dan mendapat dukungan dari tokoh agama, masyarakat maupun pengusaha,” terang dia.
Baca Juga: No Hoax! Promo Kode Voucher Shopee 17 Januari 2024, Banjir Diskon dan Tawarkan Bonus Jutaan Rupiah
Perihal surat edaran atau SE Walikota Serang tentang kesediaan ASN jadi orangtua asuh balita stunting dan gizi buruk, Yedi Rahmat mengaku akan segera diedarkan ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Serang.
“Pak Asisten dan pak kadis secepatnya membuat surat edaran untuk masing-masing ASN seluruh kecamatan menjadi orangtua asuh,” titahnya.
Yedi Rahmat menjelaskan, percepatan penurunan gizi buruk dan stunting harus dilakukan secara gotong royong.
“Bukan tanggungjawab pemerintah saja. Perlu dukungan BUMD, BUMN, dan masyarakat. Kita tidak bisa menurunkan stunting maupun gizi buruk tanpa dukungan semua lapisan masyarakat,” jelas Yedi Rahmat.
Baca Juga: BARU SAJA KELUAR! Kode Kupon The Spike Volleyball Story 17 Januari 2024
Yedi Rahmat berharap dengan cara bergotong royong angka gizi buruk dan stunting di Kota Serang terus anjlok, bahkan bila boleh berharap zero stunting dan gizi buruk.
“Mudah-mudahan ke depan bisa berkurang dengan adanya peran ulama umaro ini. Mari kita bersinergi menuntaskan stunting dan gizi buruk di Kota Serang,” pungkasnya.
Sebelum insiden langka Pj Walikota Serang menangis, Yedi Rahmat memberikan bantuan kepada dua keluarga anak gizi buruk.
Bantuan itu berupa bingkisan parcel makanan balita, susu formula 100, telur ayam, dan buku tabungan Bank Banten.
Baca Juga: BARU SAJA KELUAR! Kode Kupon The Spike Volleyball Story 17 Januari 2024
Acara pemberian bantuan kepada balita gizi buruk dan stunting itu disaksikan Asisten Daerah atau Asda II Kota Serang Yudi Suryadi, Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin, Kepala DP3AKB Kota Serang Anthon Gunawan, Kepala Bappeda Kota Serang Ina Linawati, Camat Curug Eni Sudaryani, para lurah se Kecamatan Curug, Kepala BKKBN Provinsi Banten Rusman Efendi, Direktur Bank Banten Muhammad Bustami, tokoh masyarakat KH Matin Syarkowi, dan perwakilan rumah sakit swasta. ***

















