BANTENRAYA.COM – Warga Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa membutuhkan ambulans laut untuk memudahkan pelayanan kesehatan.
Pasalnya, saat ini pelayanan kesehatan di Pulau Tunda hanya mengandalkan puskesmas pembantu (Pustu) yang sumber daya manusia (SDM)-nya terbatas.
Sekretaris Desa Wargasara Nanang Kosim mengatakan, ambulans laut diperlukan agar pelayanan kesehatan di Pulau Tunda terutama yang urgen bisa cepat terlayani.
“Karena Pulau Tunda ini sudah menjadi daerah wisata kita khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan dan butuh pertolong ke puskesmas atau rumah sakit,” ujarnya, Kamis 28 Desember 2023.
Ia menjelaskan, selama ini pelayanan kesehatan bagi warga Pulau Tunda hanya dilayani oleh puskesmas pembantu (Pustu) yang diketuai oleh bidan desa.
“Kalau sudah ada ambulans laut, ibu yang akan melahirkan ketika tidak bisa ditangani oleh bidan bisa dibawa ke pelayanan kesehatan yang lebih baik,” katanya.
Baca Juga: Coba Mangkir dari Laporan Dana Kampanye, Peserta Pemilu Langsung Didiskualifikasi Tanpa Ampun
Selain membutuhkan ambulans laut, warga juga membutuhkan transporasti wisata karena saat ini yang ada transportasi reguler yang beroperasi tiga kali dalam seminggu.
“Kapal yang bolak balik ke Pulau Tunda-Karangantu untuk masyarakat ke pasar, tapi yang khusus untuk wisatawan belum ada,” ungkapnya.
Kemudian, warga juga membutuhkan penambahan kilowatt peak (kWp) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dari yang saat ini 75 kWp agar menjadi 300 kWp sehingga listrik bisa menyala 24 jam.
Baca Juga: Jangan Macam-macam! Satpol PP Kota Cilegon Awasi Setiap Gerak-gerik Warga di Malam Tahun Baru
“Sekarang pakai pembangkit listrik diesel sama PLTS 75 kWp. Jadi menyalanya hanya 12 jam, dari pukul 18.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB,” tuturnya.
Terkait dengan penambahan kWp PLTS tersebut, Nanang mengatakan, pihak desa sudah diundang oleh Pemerintah Provinsi Banten pada acara focus group siscussion (FGD).
“Insya Allah tahun depan akan ditambah 125 kWp. Jumalah penduduk di sini ada 1.500 jiwa dan jumlah KK (kepala keluarga)nya 463,” ujarnya.
Baca Juga: Proyek Betonisasi Tanjakan Bangangah Pulosari Pandeglang Belum Rampung Di Penghujung Tahun 2023
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang Abdul Kholiq menjelaskan, pengadaan ambulans laut bukan merupakan sesuatu yang sulit, namun untuk operasionalnya yang harus benar-benar dipikirkan.
“Yang sulit itu kesiapan untuk operasionalnya dan kesiapan pembiayaan rutinnya,” katanya.***

















