BANTENRAYA.COM – Capaian Gerakan Sedekah Rp 2 ribu per hari yang telah dilaksanakan sejak Juni 2023 lalu belum maksimal.
Hingga Desember 2023 ini hasil dari Gerakan Sedekah Rp 2 ribu per hari baru terkumpul Rp92 juta.
Realisasi Gerakan Sedekah itu disampaikan Ketua Baznas Kota Cilegon, Taufik Ubaidillah saat kegiatan sosialisasi ZIS (Zakat, Infaq, Sedekah) UPZ di Lingkungan Pemkot Cilegon di Hotel Greenotel, Kamis 21 Desember 2023.
Baca Juga: Contoh Naskah Khutbah Jumat Jelang Akhir Tahun, Semangat Ibadah dan Kebaikan di Tahun Baru
Gerakan Sedekah Rp 2 ribu yang diinisiasi oleh Pemkot Cilegon bekerja sama dengan Baznas Kota Cilegon itu saat ini baru difokuskan untuk seluruh kantor OPD Kota Cilegon.
Pemkot Cilegon juga telah menerbitkan surat edaran terkait gerakan tersebut agar bisa dilaksanakan secara optimal.
Ketua Baznas Kota Cilegon, Taufik Ubaidillah mengakui bahwa dana yang terkumpul dari Gerakan Sedekah Rp 2 ribu per hari tersebut belum maksimal.
Baca Juga: Incar Partisipasi Tinggi, KPU Kabupaten Pandeglang ‘Gerebek’ Desa dengan Tingkat Golput Tinggi
Akibatnya, banyak program pengentasan kemiskinan yang belum bisa terealisasikan oleh Baznas Kota Cilegon, seperti perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) hingga pemberian bantuan kepada warga yang kekurangan.
“Program sedekah Rp 2 ribu ini dana yang sudah ada di Baznas itu belum kita distribusikan karena masih sedikit dan itu belum bisa digunakan,” katanya.
“Ketika kita melakukan program maka dana yang dibutuhkan tentu harus yang agak besar supaya program ini maksimal,” katanya.
Baca Juga: Kumpulan Kode Voucher Shopee Hari Ini 21 Desember 2023, Klaim Keuntungannya Sekarang!
“RTLH kita ini sudah cukup banyak mengantre di Baznas karena keuangan yang belum signifikan,” sambung Taufik.
Program Gerakan Sedekah Rp 2 ribu yang telah berjalan sejak Juni 2023 tersebut belum maksimal.
Kata Taufik, hal itu terjadi lantaran terkendala beberapa faktor, salah satunya kesadaran akan pentingnya berdonasi untuk meminimalisir angka kemiskinan.
Baca Juga: TPD AMIN Optimis Anies Muhaimin Menang Satu Putaran di Banten, Arus Perubahan Makin Dekat
“Evaluasi enam bulan kemarin pertama kesadaran literasi seseorang dalam memberikan donasi, infak dan bersedekah,” ungkapnya.
“Kemudian dari sisi kemampuan orang berdonasi melalui aplikasi itu masih rendah karena gaptek,” ujarnya.
Namun, bagi masyarakat yang masih kurang memahami penggunaan aplikasi Gerakan Sedekah Rp 2 ribu tersebut Baznas menyarankan agar bisa langsung disetorkan secara manual dalam jangka waktu tertentu.
Taufik berharap, melalui sosialisasi yang diselenggarakan pihaknya tersebut mampu meningkatkan kesadaran ASN dan sejumlah pihak lainnya untuk bersama-sama membantu masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.
“Target kita memaksimalkan dari ASN kita, kemudian dari masyarakat dan industri untuk ikut serta mensukseskan GSP Rp2 ribu ini,” tuturnya.
“Kalau ini maksimal insyaallah bisa memungkinkan Baznas memberikan kontribusi dalam pengurangan kemiskinan yang cukup baik,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Maman Mauludin menekankan kepada ASN di Pemkot Cilegon untuk mendukung Gerakan Sedakah Rp 2 ribu per hari tersebut.
“Pada kesempatan ini saya ingin semua melaksanakan. Saya kira kita sepakat ya setiap hari Jumat ada setoran gimana caranya ke rekening Baznas. Yang Rp 2 ribu itu kita harus aktif,” katanya.
Bahkan ia meminta kepada seluruh Kepala OPD di Pemkot Cilegon untuk terus mengingatkan para jajarannya agar jangan lupa bersedekah setiap hari.
“Saya mohon dukungan semuanya dari teman-teman OPD, Kepala Dinas yang mempunyai pengaruh harus bisa melaksanakan,” tuturnya.
“Kabag Kesra stafnya kasih tugas satu orang, kalau perlu setiap apel pagi “woy dua ribu”. Teman-teman di OPD yang lain juga,” ucap Maman. (mg- Maulana) ***















