BANTENRAYA.COM – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan waktu di mana segala amal kebaikan yang dilaksanakan akan dilipat gandakan, serta pintu rahmat dibuka secara lebar.
Bulan Ramadhan juga menjadi momen yang sangat istimewa bagi setiap Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak amal ibadah.
Akan tetapi, di antara sepuluh hari di bulan suci Ramadhan, sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki keistimewaan yang luar biasa.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Hidangan Wajib Ada di Momen Lebaran di Indonesia, Lezat dan Paling Banyak Dicari
Adapun dalam beberapa hadist, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk dapat meningkatkan intensitas ibadah pada 10 malam terakhir bulan suci Ramadhan.
Dikutip Bantenraya.com dari laman islam.nu.or.id, berikut kultum Ramadhan 2025 tentang meningkatkan kualitas ibadah di 10 malam terakhir.
Pada malam-malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW semakin bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah, menghidupkan malam, dan membangun keluarganya untuk turut serta dalam ibadah.
Diriwayatkan oleh Aisyah RA, ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ، مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
Artinya, “Rasulullah SAW bersungguh-sungguh di dalam 10 hari bulan Ramadhan melebihi waktu-waktu lainnya,” (HR. Muslim).
Dalam hadits lain juga disebutkan:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
Artinya, “Saat memasuki 10 akhir bulan Ramadhan, Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupi malam harinya (dengan ibadah) dan membangunkan keluarganya (untuk ikut beribadah),” (HR. Al-Bukhari).
Imam Nawawi dalam Syarah Nawawi’ala Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna dari adanya ungkapan “Mengencangkan Ikat Pinggangnya” adalah bahwa Rasulullah meningkatkan kesungguhan dalam ibadah.
Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhan dalam beribadah pada 10 malam terakhir bulan suci Ramadhan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW lebih giat dan bersungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga: Terbaru! 20 Ide Ucapan untuk Hampers Lebaran Idul Fitri 2025, Singkat dan Penuh Makna
Dan juga beliau amat memanfaatkan momen istimewa pada 10 malam terakhir bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
Hal tersebut menjadi teladan bagi umat Islam agar lebih meningkatkan lagi kualitas ibadah di 10 malam terakhir bulan Ramadhan.
Beliau mengatakan:
فَفِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ أَنْ يُزَادَ مِنَ الْعِبَادَاتِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَاسْتِحْبَابُ إِحْيَاءِ لَيَالِيهِ بِالْعِبَادَاتِ
Artinya, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan serta menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah,” (Imam Nawawi, Syarah Nawawi ‘ala Shahih Muslim, [Beirut, Darul Ihya’ Turots: 1392], jilid VIII, hlm. 70).
Itulah informasi kultum Ramadhan 2025 tentang meningkatkan kualitas ibadah di 10 malam terakhir. Semoga bermanfaat. ***



















