BANTENRAYA.COM – Persita Tangerang berhasil menahan seri tamunya pimpinan klasemen Liga 1 Indonesia PSM 0-0 di Stadion Indomilk Arena, kemarin. Dengan hasil seri 0-0 ini maka Pendekar Cisadane berhasil meraih 1 poin di laga ini.
Hasil seri ini membuat posisi Persita tetap berada di posisi 9 klasmeen sementara dengan 38 poin hasil 10 kali menang, 8 kali seri, dan 10 kalah.
Sementara itu PSM masih berada di puncak klasemen dengan raihan 66 poin hasil dari 19 kali menang, 9 kali seri dan baru 2 mengalami kekalahan.
Baca Juga: Ketua DPRD Banten Minta Surat Edaran Pj Sekda Banten Ditunda, Begini Kata Pj Gubernur Banten
Pelatih Persita Luis Duran sedikit kecewa timnya tidak bisa mendulang 3 poin saat bertemu dengan PSM. Kata dia, PSM tim yang solid dan terbukti saat bermain di lapangan mereka menekan pertahanan timnya untuk mencuri gol.
“Kita tahu kualitas PSM dan mereka telah menunjukkan sebagai tim yang tangguh dan kandidat juara musim ini,” ujar Luis.
Terkait karrtu merah yang diterima pemain PSM atas nama Yuran Fernandes pada menit 74, ia enggan berkomentar banyak. Sayangnya keunggulan pemain ini belum bisa dimanfaatkan anak asuhnya untuk mencetak gol karena kuatnya pertahanan lawan.
Baca Juga: Pemkot Cilegon Janjikan H-7 Lebaran 2023 Jalur Mudik Menuju Pelabuhan Ciwandan Sudah Mulus
“Ini seharusnya menjadi peluang. Kami sudah berusaha untuk menekan dan mendapatkan peluang namun belum bisa mencetak gol,” imbuh dia.
Untuk laga ke depan timnya akan langsung berbenah agar bisa meraih poin maksimal saat berlaga. Untuk evaluasi tim diminta pemainnya sabar dalam menyerang dan tidak terburu-buru.
“Mungkin jika pemain lebih tenang saat PSM bermain dengan 10 pemain kami bisa mencetak gol. Kami sendiri mempunyai banyak peluang namun gagal mencetak gol. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. Kami akan memperbaiki penyelesaian akhir agar tajam di depan gawang lawan,” jelasnya.
Sementara itu pelatih PSM Makasar Bernardo Tavarez mengaku kecewa dengan kepeminpinan wasit yang dinilai memberatkan timnya. Ia mengatakan seharusnya dalam laga tersebut mendapatkan hadiah penalti namun tidak ada.
“Saya kecewa dengan wasit yang keputusannya kurang adil buat kami. Saya sudah berusaha untuk bertanya namun tidak ada jawaban,” tegas dia.
Selain itu ia juga menilai pemainnya Yuran tidak perlu mendapatkan kartu merah. Dengan dikeluarkannya satu pemain tentunya ia mengubah permainan dan cenderung bertahan agar bisa mencuri poin di kandang Persita.
Baca Juga: Ini Jenis Suntik Mati yang Digunakan Mantri kepada Kades Curuggoong, Ternyata untuk Hewan
“Permainan anak-anak bagus dan target mencuri poin di kandang Persita bisa terwujud,” tutupnya. (***)


















