BANTENRAYA.COM – Viral sebuah video menunjukan bentrok antara Tenaga Kerja Asing atau Cina dengan karyawan di Pabrik PT Gunbuster Nickel Industry atau GNI Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Bentrok sejumlah TKA Cina dan karyawan asal Indonesia di PT GNI berujung menjadi kerusuhan massal di antara keduanya.
Akibatnya, sejumlah TKA Cina dan juga karyawan dari Indonesia mengalami luka-luka. Bahkan, 3 orang dikabarkan tewas atau meninggal.
Sejumlah fasilitas pabrik termasuk juga kendaraan milik karyawan PT GNI juga terbakar akibat bentrok dari kerusuhan tersebut.
Baca Juga: Gaji Telat Cair, Honorer Banten Ngutang
Kerusuhan pecah sekitar pada pukul 10.00 WIB Sabtu 14 Januari 2024 di salah satu workshop pabrik industri PT GNI.
Dikutip BantenRaya.Com dari video beredar di instagram @majeliskopi08 pada Minggu 15 Januari 2023, diperlihatkan kerusuhan berawal dari aksi sejumlah karyawan yang menuntut hak pekerja atas risiko pekerjaan.
Sebab, sebelumnya ada karyawan GNI yang tewas terbakar dan belum jelas ganti rugi risikonya.
Namun, aksi tersebut mendapatkan hadangan dari pekerja asing atau TKA Cina, sehingga terjadi ketegangan dan berakibat saling baku hantam keduanya dan pada akhirnya menyulut kerusuhan.
Satu kendaraan, tiga trickle empal loper satu mes TKN dan satu pims keamanan dibakar massa.
Polda Sulteng, membenarkan adanya bentrok tersebut hingga berujung hilangnya nyawa dua orang karyawan Indonesia dan satu TKA Cina.
Baca Juga: Teka-teki Satu Keluarga Keracunan di Bekasi, Keberadaan Suami Baru Si Ibu Masih Jadi Misteri
“Dua orang TKI dan satu TKA. Lalu Sebagian ada juga yang mengalami luka-luka,” kata Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Minggu 15 Januari 2023.
Ia menjelaskan, awal kejadian, karena ratusan karyawan hendak melakukan aksi mogok kerja dihadang oleh pihak keamanan. Hal itu mengakibatkan kemarahan dan karyawan melempari pos keamanan.
“Ada tuntunan yang belum disetujui pihak perusahan. Karena dihalangi maka melempari kantor keamanan,” ucapnya.
“Akhirnya mereka menerobos dan membakar mess karyawan,” lanjutnya.
Baca Juga: Baim Wong Temui Menteri LHK Siti Nurbaya, Apa Saja yang Dibahas!
Kemarahan massa, terang Didik, akhirnya berakibat kepada para pekerja yang masih ada di dalam pabrik. Bahkan, para pekerja tersebut sempat dipukuli massa pekerja yang berunjuk rasa.
Hal itu pada akhirnya menimbulkan bentrok keduanya.
“Untuk TKA berhasil dilakukan evakuasi dan diamankan,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, tegas Didik, pihaknya mengamankan sebanyak 69 orang pekerja yang membuat kerusuhan terjadi.
“Ada 69 orang kita amankan bersama barang buktinya,” pungkasnya. *



















