BANTENRAYA.COM – Menjelang akhir tahun, cuaca di Indonesia memasuki musim penghujan, dan puncaknya pada Desember 2022.
Sehingga di akhir bulan ini yaitu pada 30-31 Desember 2022 sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan akan diguyur hujan.
Karena kondisi tersebut tampaknya pesta kembang api di malam tahun baru akan gagal dilaksanakan.
Baca Juga: BURUAN DAFTAR! Roti O Kalideres Buka Lowongan Kerja Untuk Lulusan SMA Sederajat
BMKG juga telah memprediksi bahwa malam tahun baru di sejumlah wilayah bakal diguyur hujan lebat.
Dikutip Bantenraya.com dari Instagram @infobmkg, berikut ini perkiraan cuaca di sejumlah wilayah pada 30-31 Desember 2022.
Pada tanggal 30 Desember 2022, daerah yang berpotensi hujan lebat diantaranya Banten bagian barat, DKI Jakarta bagian selatan, Jawa Barat bagian selatan.
Baca Juga: Kronologi Kematian Pele, Legenda Sepak Bola Brazil yang Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun
Kemudian Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah bagian selatan, dan Jawa Timur bagian selatan.
Daerah dengan potensi hujan sangat lebat diantaranya Banten bagian utara dan selatan, DKI Jakarta bagian utara, dan sebagian Jawa Timur bagian utara.
Lalu daerah berpotensi hujan ekstrim yaitu Jawa Barat bagian utara, dan Jawa Tengah bagian utara.
Baca Juga: Kejati Banten Buru 2 Pelaku Dugaan Korupsi, Tiba-tiba Menghilang Tak Jelas Ada di Mana
Sementara itu di tanggal 31 Desember 2022, daerah yang diprediksi hujan lebat adalah Banten, Jawa Barat bagian tengah, Jawa Tengah bagian tengah.
Selain itu ada Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur bagian tengah dan Selatan.
Sedangkan untuk daerah yang berpotensi hujan sangat lebat, diantaranya DKI Jakarta bagian utara, Jawa Barat bagian utara, Banten bagian selatan dan barat, dan Jawa Tengah bagian utara.
Baca Juga: Babak Baru Kasus Nikita Mirzani Pasca Bebas, Kini Sebut Kejaksaan Terima Suap
BMKG juga mengungkapkan selain Pulau Jawa daerah lain yang berpotensi hujan lebat di tanggal 30-31 Desember 2022 ialah Bali, NTB, dan NTT.
Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada, karena dikhawatirkan adanya peningkatan kecepatan angin, dan ketinggian gelombang.
Terutama wilayah utara Jawa hingga Nusa Tenggara, Selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggara.***

















